Cerita Tentang Omong Kosong – Khanafi

Ia tidak memulainya. Malam itu, ketika hujan berlangsung di luar jendela, keadaan tidak basah, di kamar. Bukan ia yang duduk di hadapan meja mendengar bunyi hujan yang tak ada. Sama sekali saat itu pintu tak menerima siapa pun, tapi kita tidak sedang menghadapi pintu atau berada di hadapan pintu mana pun. Kita juga barangkali tidak […]

MORE
Empok Romlah – Fahrul Rozi

Empok Romlah ingat betul mata pria itu. Ia pun masih ingat warna jas hujan dan sepatu bot yang ia kenakan. Tapi tak ada petugas yang mengenal pria yang disebutkan Empok Romlah. Mereka malah mengantarnya ke dalam tenda—yang sudah disesaki laki-laki, perempuan, dan anak-anak pula. Empok Romlah menolak masuk. Ia ingin bertemu pria itu. Empok Romlah […]

MORE
Ngarai Emas Luar Hillsburg – Radja Sinaga

Bar Tuan LeviKetika Stain muncul di muka pintu bar, semua pengunjung menoleh ke arahnya. Memang perihal menoleh untuk orang yang menguak pintu bar adalah hal lumrah, tetapi tidak untuk Stain sebab para pengunjung menatapnya demikian lama. Butuh keberanian lebih untuk menatap banyak tatapan itu, seperti menatap banyak mata dalam jeruji ketika hendak dijebloskan ke dalam. […]

MORE
ZigZag – Victoriya Tokareva (penerjemah Victor Pogadaev)

Seorang ilmuwan peneliti, Irina Dubrovskaya, pulang ke rumah sesudah pertemuan dengan pacarnya dan tanpa membuka mantel dan sepatu masuk ke dalam kamar, berhenti di dekat jendela dan mulai menangis. Di tangga di luar pintu ada pekerjaan perbaikan yang tak henti-hentinya. Pengurus rumah memutuskan untuk memperbarui rumah: mengapur dan mencat. Anak tangga ditutup dengan lapisan kapur […]

MORE
Catatan Harian Pertumpahan Kepala – Negara Rofiq

Di balik jeruji besi, Juki mengingat kisah empat hari lalu di rumah Baidowi “Makanya kalau tidak mau mati, jangan macam-macam denganku…” Sesekali ia tertawa.  Beberapa orang di selnya gelisah mendengar tawa yang bernafas ‘carok’ itu sedang beberapa orang lagi tersenyum kecil menanggapi tawa yang berbau ‘sinting’.*** Senin 20 Maret 2027 Sejak Toha menyatakan tidak mencalonkan […]

MORE
Sudut Taman – Rizky Alvian

Dari dua orang yang hampir ditikam dingin sepertiga malam di taman. Kamu mohon izin untuk duduk di sampingku. Setelah beberapa menit dipaku kebisuan, kamu meminta kretek satu batang.  Kamu mulai berujar bahwa di taman ini, banyak pasangan remaja yang menuntaskan gelora asmaranya. Mereka tersebar di sudut atau pondok taman yang lampunya malas terang.  Kamu menghela […]

MORE
Sejarah Sumpah Serapah – Yuditeha

Pagi itu aku mendengar keributan di samping rumah. Ada pertengkaran. Sekilas dari apa yang mereka lontarkan, perselisihan itu terjadi karena masing-masing merasa paling benar. Tidak ada yang mau mengalah. Tingkat pertengkaran mereka sudah tinggi, terbukti begitu banyak sumpah serapah yang keluar dari mulut mereka. Kata umpatan dan laknat begitu mudah tumpah hingga menyesaki gendang telinga.  […]

MORE
Maya – Reni Asih Widiyastuti

Tak pernah kulihat perempuan memakan sebatang cokelat dengan rakusnya seperti sekarang. Bahkan bunyi kecapnya terdengar keras sekali. Membuatku risi dan ingin segera meninggalkan kafe ini. Tapi urung kulakukan lantaran perempuan itu mulai mengelap bibirnya dengan saputangan. Lalu dia beranjak, menuju panggung mini yang memang sepertinya sudah disediakan oleh pemilik kafe. Perempuan itu mulai bernyanyi. Suaranya […]

MORE
Utang – Tosca Santoso

Duka mengambang, seperti laron lepas sayapnya.  Mula-mula dengung itu bersliweran. Hilir-mudik di sepetak rumah Endi. Dari sana terdengar ratap tangis kian lirih.  Sebelum Elis terjatuh di lantai. Diam. Tak bergerak. Tanpa suara.  Duka perempuan yang baru ditinggal mati suaminya.  “Pinjam uang ke pamanmu.” Itu kalimat pertama Elis setelah siuman.  Heri, anaknya segera paham. Mereka perlu […]

MORE
Cinta dan Pariwisata – Victoriya Tokareva (penerjemah Victor Pogadaev)

Ketika Prokushev muncul pagi hari di pangkalan taksi, ketua komite serikat pekerja Protsenko menghampirinya dan memberitahu bahwa ada paket pariwisata ke Prancis. Untuk sepuluh hari. “Berapa harganya?” Prokushev bertanya.“Tujuh ratus rubel,” – kata Protsenko.“Aduh!’ Prokushev kagum, “Tujuh ratus rubel untuk sepuluh hari. Untuk mendapat uang sebanyak itu saya perlu bekerja selama tiga bulan, tujuh jam […]

MORE