Walimahan – Tosca Santoso

Bulan sedang murah hati. Kuningnya memendar turuni bukit. Singgah sekelebat di kebun kopi. Kemilau terangi wajah Neng, yang malam itu tak kalah cantiknya. Indah malam purnama, bersanding kecantikan gadis tanah Pasundan.  Ia sedang bungah. Duduk berdua dengan Bandi, kekasihnya. Sejuk, di antara lebat buah kopi yang hampir merah. Waktu panen tak lama lagi. “Neng sudah […]

MORE
Eskalator di Atas Tartarus – Liswindio Apendicaesar

Hari itu adalah hari yang sama seperti setiap harinya, adalah hari yang akan berlalu oleh hujan atau sengangar matahari, adalah hari yang diisi oleh curam tanjakan dan peluh, adalah hari yang tidak akan pernah mencapai tujuannya, dan sebuah batu akan terus menaik-turuni bukit besar dan tinggi berpuluh-puluh, beratus-ratus, beribu-ribu kali.  Hari itu seperti halnya hari-hari […]

MORE
Empat Menara di Langit Subuh

Cerpen Melly Wati Nay terpaku menatap langit. Hawa dingin kota Bukittinggi di waktu subuh begitu menyengat persendian. Di tatapnya menara masjid yang tak jauh dari Jam Gadang. Sorot mata yang tajam tak berkedip sedikit pun mengawasi empat menara masjid itu. Muadzin mulai mengumandangkan suara azan. Napasnya berat tertarik panjang.  “Uni, kenapa diam di sini?” suara […]

MORE
Berkah Pandemi Covid-19

Liston P Siregar Karena aku mengidap diabetes maka aku dan istri harus tidur terpisah selama pandemi Covid-19, begitulah vonis dokter. Aku protes, tapi vonis tak berubah. “Kalau mau selamat, kalau nggak ya silahkan…,” tegas dokter langganan keluarga itu ketus. Tak biasanya dia galak. Waktu dia -seperti biasa dengan sabar dan jernih- menjelaskan pengidap diabetes, jantung, […]

MORE
Pagebluk

Edhie Prayitno Ige Brongkos melipat lengan bajunya. Ia masih masygul memandang Kikil, anak tunggalnya yang sakit. Sudah tiga bulan ini kampung Brongkos dilanda pagebluk. Orang-orang memilih mengurung diri dan mengenakan penutup mulut agar tak ketularan. “Tak ada yang bisa dilakukan. Kita harus ke dokter,” kata Santen, istri Brongkos. “Berdoa bu. Berdoa,” kata Brongkos. “Sampai kapan […]

MORE
Preman Corona

Melly Waty Desa Sindang lagi dihebohkan dengan huru hara hilangnya masker bantuan dari pemerintah daerah. Masker yang seharusnya dibagikan ke warga tiba-tiba raib. Masalahnya masker itu disimpan di gudang kelurahan. Secara musim pandemi corona begini harga barang tersebut jadi melonjak. Tidak main-main, harganya bisa tiga kali lipat dari harga normal. Pak Lurah kayak kebakaran jenggot. […]

MORE
Tentang Yang Tidak Pernah Ada 3

cerpen Victoria Tokareva, diterjemahkan Dr. Victor A. Pogadaev Dima ingat muka direktur kebun binatang dan juga masalahnya serta melihat logika dalam perkataan ibu dan kelakuan istri Vasya.Itulah awal keraguannya.Keraguan seperti penyakit yang harus dideteksi pada masanya dan dirawat, dan hanya dengan demikianlah maka tidak akan tertinggal. Dan keraguan Dima sudah amat kuat: terpendam dalam hatinya selama […]

MORE
Tentang Yang Tidak Pernah Ada (2)

Victoria Tokareva, diterjemahkan Dr. Victor A. Pogadaev Tombol dalam otak memang tidak ada, tetapi ada telepati. Apabila seseorang memikirkan sesuatu terus menerus maka otaknya memancarkan gelombang mampat ke segala arah. Gelombang itu memenuhi flat dan karena tidak bisa termuat sepenuhnya maka keluar lewat jendela. Di luar gelombang itu tersebar ke atas dan ke samping serta […]

MORE
Tentang Yang Tidak Pernah Ada 1

Maka tiba hari bapak membawa anak lelakinya ke kebun binatang dan menunjukkan harimau kepadanya di situ. Harimau mempunyai mata yang hijau dengan anak mata seperti garis menegak, di sekitar hidung kulit yang hitam, juga ada lingkaran-lingkaran hitam dan telinga tegak di kepala seperti dua tiga segi yang sama. “Bapak,” kata Dima ketika mereka meninggalkan sangkar, […]

MORE
Tentang Yang Tidak Pernah Ada

“Bapak,” kata Dima ketika mereka meninggalkan sangkar, “Saya mau harimau.” Bapak berjalan dan memikirkan tentang hal-hal sendiri. “Ba-pak…” Dima merengut.  “Apa, apa?” Bapak bertanya dengan nada jengkel.Sekiranya Dima lebih dewasa maka dia mengerti bahwa pada saat-saat seperti ini tidak selayaknya bercakap. Akan tetapi Dima cuma berusia enam tahun dan dia berkata: “Saya mau supaya harimau tinggal di […]

MORE