Hampa

Sang Agung Murbaningrad (1952) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Aku tak tahu diri terus berlomba
tersungkur oleh damba meronta
tersiksa dikoyak terik kota Jakarta
Ibu menderita dalam penjara
gubuk nista demi percaya
tersiksa oleh tak tahunya
harapan hampa kepada si bungsu datang membawa
piala jatuhan swarga
Kekasihku tak tahu mau dicinta
Terus menanya apa
kasih maaf dosaku dan maaf diminta
buat dosa ia tak sengaja
seakan maaf bisa mengubur cinta
Dan bangsaku terus ribut dalam sengketa
tuduh-menuduh buat menuntut bela
atas nama si murba
dan semua sesame bangsa
untuk satu Indonesia

Aku akan bertemu
ibu, kekasih dan bangsaku
Mereka tidak tahu
Korbanku sia-sia tak tertunggu
Kecuali pada lagu Indonesia tanah airku
***

pencerita

Leave A Comment