Selamat Tinggal, Kucium

Sapardi Djoko Damono (1964,) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

selamat tinggal. Kucium udara Jakarta yang bagai gambar abstrak.
kemerlap kembali di bawah bulu-bulu mataku:
matahari, debu, bintang, hujan, laut. tunggu sejenak,
biarlah terbawa segala yang paling dekat dengan hatiku

berhenti: suara, warna, cahaya, udara. selamat tinggal,
segala yang berurusan langsung dengan sajak-sajakku:
terlalu sederhana arti sebuah kata, bayang-bayang dalam hujan.
jala kawat listrik, laut yang tercium sampai ke rabu

kemarin telah dipisahkan dari setiap orang: apakah yang terbawa
sehabis sebuah perjalanan, menolak dan menerima,
teringat dan lupa, setia dan tak setia kepada diri sendiri:
aku hanya bisa bercinta dengan yang paling dekat ke hati.
Kucium udara Jakarta yang sunyi, rindu, gelisah, sedu, cemas, haru:
Biarlah hatiku sendiri yang mengantar pergiku
***

pencerita

Leave A Comment