Rumah Piano


—Ahmad Nurullah

seketika aku disambut
dua lagu Beethoven
dari jejari seorang putri
laras, anakmu
menziarahi rumah tua
dengan ketukan satu-dua
pada pintunya yang terbuka

sebuah biorama
adalah dunianya sendiri
di rumahmu
rumah bagi langit

biorama itu
menunjuk sebuah lorong
ruang-waktu yang berdebu
kau buka satu kelambu
huruf-huruf tanpa tanda baca
menyuruk belantara
di rumahmu
rumah bagi senja
ibukota

lalu kau ikut memainkan
sebuah lagu, bersama laras
ketukan pertama adalah
kerinduanmu yang tertunda
ketukan kedua dipungut
not-not yang dimainkan laras
tembangmu seperti sebuah sungai
mengalir deras dari hulu entah

semakin jauh kau bermain
semakin dekat masa lalu itu
(2011

pencerita

Leave A Comment