Dokter Zhivago 13

Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960, dengan penulisan ejaan baru
Dua hari kemudian pulanglah Tiverzin, lesu karena kurang tidur, kedinginan sampai ke tulang. Musim yang luar biasa dinginnya pada waktu itu telah mulai semalam sebelumnya, padahal Tiverzin tak bawa pakaian panas. Gimazetdin si juru kunci menjemputnya di pintu gerbang. “Terimakasih, tuan Tiverzin,” gagapnya dalam Bahasa Rusia yang berantakan. “Tuan tak biarkan Yusupka tersiksa. Saya akan selalu berdoa untuk tuan.” “Kamu gila, Gimatzedin, siapa kamu panggil dengan Tuan?” buanglah kata itu dan lekas ucapkan apa yang hendak kau katakan; kau lihat hawa amat dingin.” “Kamu tak usah kedinginan. Kamu akan segera hangat, Kuprian Savelich. Saya dan ibumu Marfa Gavrilovna kemarin mengambil segudang penuh kayu dari stasiun barang-barang –pohon ‘berk’ semua– kayu bagus, kering. “Terimakasih, Gimazetdin. Kalau ada lagi yang mau kau katakan, lekaslah. Aku kebekuan.” “Aku ingin mengatakan, jangan menginap di rumah, Savlich. Sembunyilah. Polisi tadi kemari, menanyakan siapa-siapa yang datang ke rumah. Tak ada yang datang, kataku, orang-orang kereta api yang datang, bukan orang asing, sungguh mati.”
selengkapnya

sonkski ekalya

Leave A Comment