Sketsa Anak Jalanan Dili

Julito da Assuncao

Siang itu udara panas menyengat. Alberto seperti tak kenal lelah menawarkan koran dagangannya ke semua orang yang melintas di Kantor pemerintahan sementara PBB, Untaet. Dari satu koran yang terjual, anak kelas lima sekolah dasar itu mendapat keuntungan seribu rupiah. “Saya diajak kawan-kawan yang sudah duluan di sini,” katanya, “awalnya orangtua saya marah, tetapi sekarang tidak lagi.” Soalnya, biarpun jualan koran, Alberto tetap berangkat sekolah, setiap jam dua belas siang. Alberto tinggal di Becora, Dili. Ayahnya punya kios. Uang perolehannya ia gunakan untuk dia sendiri, tapi kadang ia bagi sedikit ke ayah dan ibunya ; “untuk membeli beras.”
selengkapnya