Mata Istriku

Pulung Cipto Aji


Ternyata benar apa yang dikatakan yang lain, bahwa kita saling mencintai tanpa perasaan. Telah kehilangan banyak jejak persoalan yang satu-persatu kita sama-sama lupa. Tapi jelas dan gamblang, bahwa aku masih bersamamu dengan penuh kesadaran. Tepatnya seperti dua kaleng Bir Tiger yang tengah kandas ditenggak, dan berbaur dengan Chivas Regal yang masih separoh, plus tiga bungkus rokok putih yang tertelan di rongga paru-paru. Yang aku tahu kita tengah berjalan 3 mil, dari ribuan kilometer yang kelak pasti ditempuh. Serpihan hidup kita seakan gersang tanpa menyisakan amarah, penuh diselimuti kabut. Banyak ketidak tahuan, yang tampak dimataku hanya satu warna hitam.
selengkapnya

sonkski ekalya

Leave A Comment