Ketakjuban Mecaru

Sanie B. Kuncoro
Seorang pendatang di Bali, asal Solo, menikmati ketakbjuban dalam ritual pembakaran jenasah. Ritual yang spektakuler. Dalam sebuah upacara pembakaran jenasah, bukannya tangis yang mengiringi, seperti lajimnya upacara kematian selama ini, melainkan justru irama dinamis gamelan bertalu-talu. Mulai dari awal jenasah diberangkatkan, sepanjang perjalanan kaki sampai keseluruhan prosesi selesai. Tak ada alat bantu elektronik, semuanya murni dilakukan puluhan penabuh gamelan tradisional. Lalu puluhan sesaji –rangkaian buah dan makanan– dijinjing perempuan berkostum dengan hiasan-hiasan oriental yang romantis. Ditambah menara tinggi pembawa jenasah dan patung sapi nyaris dengan skala sesungguhnya, dan dipadu dengan arak-arakan ratusan pelayat kaum kerabat. Upacara ini menuntut pengabdian penuh kerabat selama satu hari penuh, bahkan lebih.
selengkapnya

sonkski ekalya

Leave A Comment