Dokter Zhivago 18

Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960, dengan penulisan ejaan baru
Hawa menjelajahi peredaran musim. Air menetes : tik-tik-tik di atas talang dan pinggiran atap, hingga semua atap berkirim-kiriman berita, seolah di musim semi. Salju lagi meleleh.
Lara berjalan sepanjang jalannya seolah terbius dan baru sadar akan apa yang terjadi, setelah ia sampai ke rumah.
Semua orang tidur. Ia terjerumus lagi dalam pesona, maka dalam termangu-mangu itu duduklah ia di depan meja hias ibunya, masih memakai gaun ungu kekuning-kuningan yang hampir putih dan bertepi renda serta cadar panjang yang untuk malam itu dipinjamnya dari toko, nampaknya seperti pakaian istimewa.
Dengan kedua belah tangannya di meja ia duduk menetap bayangannya dalam cermin, namun tak melihat apa-apa. Sejurus kemudian ia tekurkan kepala ke tangannya.
Kalau ibu dengar tentang ini, ia akan membunuhnya. Ia bunuh dia, lalu bunuh diri.
Bagaimana itu terjadi? Bagaimana mungkin terjadi? Sekarang sudah terlambat, seharusnya ia berpikir lebih dulu.
Sekarang ia apa –apa namanya?– perempuan ternoda. Ia tokoh perempuan dari roman Perancis, sungguhpun besok ia pergi ke sekolah, duduk berdampingan dengan gadis-gadis lain itu yang seperti anak-anak kecil bila dibanding dengan dia. O Tuhan, mengapa ini terjadi?
selengkapnya

sonkski ekalya

Leave A Comment