Penulis edisi 214

Imron Supriyadi tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis sejak tahun 1995. Bukunya berjudul Revolusi Hati untuk Negeri akan segera terbit.

Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya di sana, memimpin majalah Suluh Peladjar (1953-1955), Prosa (1955) dan Budaja Djaja (sejak 1968). Pernah memimpin Madjalah Sunda (1965-1967) di Bandung. Sejak 1971 memimpin Badan Penerbit Pustaka Jaya, Yayasan Jaya Raya. Menerbitkan sejumlah kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, kumpulan esei, telaah mengenai kesusastraan Indonesia dan Sunda. Sampai sekarang telah menerbitkan lebih dari 35 judul buku, baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda.

Sugiarta Sriwibawa (lahir 1932) banyak menulis sajak pada awal tahun limapuluhan tatakala ia duduk sebagai mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia di Jakarta. Di samping itu iapun menulis cerita pendek dan esai-esai. Pernah bekerja sebagai wartawan, kemudian bekerja dalam perusahaan swasta. Kumpulan sajaknya Mahkamah Tanah Hitam sampai sekarang belum juga menemukan penerbit.
__________________________________