Pertaubatan

Bambang Saswanda

aku terhenti di separuh malam
menembus muara angan-angan
bercampur aduk
bak rasa yang tak terjamah

akhirnya muncrat seepisode pementasan
lakon laki-laki dengan sorban melingkar
bersama kelam ia begitu manja
bermain dengan kata
begitu mesra

serak tapi menggemuruh
seperti melintasi seluruh apa yang di jagad bumi
tarikan nafasnya saja seperti irama paling indah yang pernah Tuhan ciptakan

kalimat Allahu Akbar ia kumandangkan
sujud dirakaat pertama bersenandung dengan kepasrahan teramat dalam
masya Allah
aku merasakan ia seperti bertemu dengan Tuhannya
tiada bergeming
hanya desis-desis yang tentu untaian doa pertaubatan
lalu air mata derai di sajadah

peringatan telah Ia turunkan dihadapku
mungkin sebegitu ingkarnya hingga nyata didepanku Ia menemui ummatNya
mempertontonkan romantisme ciptaan dan pencipta
sungguh… adegan percintaan yang begitu tulus

perlahan kutanggalkan setan yang menjubahiku
ada tarik menarik yang begitu nyata
aku terkapar ditengah
ternyata bangkitku menuju jalanNya

wudhu menegurku
takbir menegurku
Al-Faatihah menegurku
Ruku’ menegurku
I’tidal menegurku
Sujud menegurku
sampai doa pun menegurku

astaqfirullah
sudah begitu jauhkah?
sampai aku harus bersusah payah ikhlas memujiMu