Masjid Biru

Liston Siregar
”Hallo, siapa namamu anak manis”, tanya seorang anak muda sambil berjongkok memegang tangan Juang yang duduk kecapaian di kursi dorong. Waktu itu kami sedang berjalan menuju Masjid Biru, usai menikmati kemegahan Aya Sofia di pusat kota kuno Istambul. Kami cuma tersenyum dingin, dan meneruskan perjalanan, sedang Juang bengong tanpa ekspresi karena rasa kantuk mulai menyerang –sesuai siklus jam tidurnya. Setelah empat hari berlanglang-buana di kawasan wisata Istambul, kami sepertinya sudah teruji kebal dari segala macam tehnik marketing orang Istambul, yang harus diakui memang sungguh ampuh. Menurut sebuah buku andalan, terbitan Periphulus, seorang anak Istambul yang berusia sepuluh tahun mampu merayu turis untuk membeli satu kantung kertas tissu atau satu kotak kartu pos dengan menggunakan lima bahasa utama; Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, dan Spanyol. Dan untuk pertama kalinya –menurutku– sebuah buku mengandung kebenaran.
selengkapnya

 

sonkski ekalya

Leave A Comment