Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu

Bramantyo Prijosusilo
Di dalam kafe, udara terasa hangat lagi. Meja-meja kecil dikerubuti para pelangan yang duduk sambil berbincang-bincang. Sepintas, terlihat bahwa mereka terdiri dari berbagai ras, berbagai bangsa. Ada yang berwajah Arab, ada yang berkulit hitam, ada yang Cina, ada yang bule, ada yang berperawakan kecil ada yang besar, pria dan wanita. Sanca rupanya satu-satunya bayi di dalam kafe itu. Udara hangat di café itu sesak dengan asap rokok. Jagger mengendus-endus, mengharapkan ada bau ganja di situ, namun tidak ada. Beberapa orang berdiri memberi tempat duduk kepada Elaine dan Sanca, dan Keith segera memesan tiga cangkir kopi dan satu piring kecil berisi beberapa potong kue di kounter yang sesak dikelilingi orang-orang yang berdiri. Jadi beginilah kafe di London, pikir Jagger.
selengkapnya

sonkski ekalya

Leave A Comment