Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu

Bramantyo Prijosusilo
Pulang dari mall yang sulit dibedakan dengan mall lain di Jakarta atau di kota besar lainnya, Elaine, yang gagal menemukan sale yang memuaskan, mengajak Jagger masuk ke sebuah toko buku khas. Toko buku yang dikelola oleh keluarga Iran itu mengkhususkan diri dalam buku-buku mengenai Arab dan Islam. Jagger mencatat sesuatu yang baru di dalam batinnya. Dulu, di Indonesia, dia tidak begitu tertarik dengan buku-buku agama Islam, kecuali ketika di tahun 1980-an muncul sebuah penerbit bermutu di Bandung yang menerbitkan buku-buku mengenai revolusi Iran, dan tulisan-tulisan karya Ali Syariati yang menggugah. Memasuki toko buku ini Jagger merasakan perasaan yang sama dengan ketika dia pertamakali memegang buku berjudul Haji karangan Ali Syariati, yakni perasaan berdebar berpengharapan.
selengkapnya

sonkski ekalya

Leave A Comment