Embun Penari

Ari Setya Ardhi
Dengan sorot mata kemerahan, Matahari menegakkan punggungnya yang terasa renta. Angin berkibar tanpa bendera. Seakan-akan menyorongkan kemarau yang begitu dalam pada setiap desah nafas sepanjang jalan kemerdekaan, yang menjadi keterbatasan bagi kebebasan pemilik kekuasaan. Matahari baru mengusap peluh. Ruang kost yang berbatasan dengan berbagai impian mengepung sepenuh ‘kemontokan’ yang tak pernah bisa ditawar dengan harga apapun!
selengkapnya