merindu

(episode pertama) DRA
Alkarna
sayangku, kali ini aku merasakan begitu merindu. menggebu-gebu. karena kamu, aku begini. karena kamu, aku mau menanti. entah berapa masa. sampai tiba suatu saat, aku bisa kembali kepadamu. mendekapmu. dan tak ingin berpisah lagi sedikitpun darimu.

tubuh ini jadi kaku. beku. bila selalu jauh darimu. kupaksakan biar ia terus begitu. menanti. menanti. dan terus menanti. seperti juga kokok ayam memanggil pagi. aku ingin selalu memanggil namamu. sebelum waktu tidurku. mengucapkan sekedar “selamat tidur” kepadamu. lalu kutuliskan namamu dihatiku. mengukirnya pada nisan cinta kita. menenggelamkannya di tengah samudera. lalu karam di dalamnya.

kali ini, aku merasakan begitu merindu. rindu yang menggantung. seperti liontin yang melingkar di leher jenjangmu. berkilau karena cahaya lampu. terang benderang. demikianlah aku ingin terus menjadi cahaya itu. menyentuhmu. memberikan kilau pada hatimu. hingga gemilang seluruh kalbu.

jiwa ini menjadi tandu. kemana akan kamu bawa kasih sayang dan cinta pada nafas yang ku hembuskan. pada separuh jiwa yang ku serahkan. pohon ini jadi saksi, saat aku ucapkan kata cinta kepadamu pertama kali. pohon ini pula menjadi saksi, saat kamu menangis karena tak dapat dekat denganku suatu hari.

lengkapilah hidup kita ini, sayang. dengan bermacam kebahagiaan. dengan bermacam gelora cinta. saling merindu. menggebu-gebu. tapi ingatlah, jangan sekali-kali menyimpan pilu. aku tak mau itu. memang nyeri itu bikin hati tertekan. memang rindu itu bisa bikin airmata menggenang. tapi, sayangku, jangan kau seperti itu.

aku merinduimu saat ini. karena sudah sepantasnya aku merinduinmu sebegini. sebab kita adalah sepasang kekasih. yang harus saling merindu. dan melulu begitu.

TAGS :