Dokter Zhivago 44

Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo),
disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960
Mendengar putusan Pasha, Lara tercenung dan mula-mula tak percaya pada kupingnya sendiri. “Gila,” pikirnya, “ia hilang akal. Asal tak kuperhatikan, ia akan lupa. Namun ternyata ia telah bersiap-siap selama dua minggu terakhir. Ia mengirim surat-surat keterangan pada perwira yang ditugasi pendaftaran, penggantinya di sekolah menengah sudah ada, lagipula ia telah menerima perintah supaya berangkat ke sekolah latihan militer di Omsk. Lara melolong bagai istri petani, menggapai tangan Pasha dan terguling-guling di depan kakinya. “Pasha, Pasha sayang,” pekiknya, “jangan tinggalkan kami. Jangan begitu, jangan. Belum lagi terlambat, kuurus semuanya. Kau belum pula menempuh ujian ilmu kedokteran dan lagi hatimu itu… Kau malu berobah pikiran?..
selengkapnya