Dibalik Cadar Kesenyapan

Sanie B. Kuncoro
Perjalanan ini pastilah menuju negeri mati. Dingin di sekitar. Bangku-bangku banyak yang kosong. Penerbangan terakhir ini berangkat terlalu malam. Dari lapangan terbang tadi yang tergambar adalah pemandangan menjelang tidur. Kabarnya, karena sejak sore cuaca sangat buruk, beberapa penumpang telah menunda penerbangan mereka untuk esok pagi. Tinggal aku dan beberapa orang tua, yang agaknya mendesak untuk tiba di kota tujuan malam ini juga. Tapi, kekosongan yang kualami tak berlangsung lama. Udara dingin memang masih menusuk sampai tulang. Namun mataku sudah berkejap-kejap hangat menerima ramainya sorotan cahaya. Lalu telingaku juga mendengar suara gendang bertalu-talu, ramai sekali. Irama gendang itu mengiringi orang-orang berpakaian adat lengkap sedang menari. Tarian orang-orang itu pernah kukenal; tarian pengantar jenazah ke kuburan. Siapa yang meninggal? Siapa yang mati kali ini?
selengkapnya

sonkski ekalya

Leave A Comment