Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar Radjam
Tibalah kampus –tempat kegiatan dilangsungkan, sekitar pukul sembilan malam. Aku memarkir motor yang panas. Dibawah pohon sonokeling. Kuperhatikan Mangin disambut kebimbangan, apa yang harus dikerjakan. Bukan masalah bagiku, langsung kusambut tawaran panitia. Segelas kopi hangat di cangkir bekas air mineral. Sudah aku tarik tungkai lengan Mangin untuk ikut bergabung dalam lingkaran, di hadapan kopi yang mengepulkan aroma kental. Dalam cengkraman yang hangat. K ulihat Mangin terduduk saja di pojok koridor gelap. Mengeluarkan bungkus kretek dari saku jaket. Mencabut sebatang, dan kotak bungkus kretek itu kulihat disusupkan lagi ke saku jaket. Batangan kretek yang tak juga dibakar. Hanya dipelintir-pelintir saja oleh permainan jari.
selengkapnya