Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar Radjam
Aku tahu Mangin akan berangkat malam ini. Dengan Kereta malam, pukul sembilan. Dan biasa, tak ada yang istimewa mengenai sebuah keberangkatan antar kami, tak terbersit niatku mengantarnya. Demikian juga dia. Repot, jika aku harus mengatarnya, yang memang tak pernah menetap untuk tidak pergi kemana-mana. Baru saja aku hendak pergi makan malam, ketika Monda mengendap masuk kamar Mangin. Serta merta dia sudah menutup hidung, karena kamar yang tidak pernah terawat. Sprai tetap seperti semula, acak-acakan sejak tadi pagi.
selengkapnya