Nefertiti di Video Porno

Tony Paterson

Keputusan Egyptologist Jerman meminjamkan patung kepala Ratu Mesir Nefertiti yang berusia 3000 tahun untuk sebuah pameran yang dianggap ‘pornografi’ dalam Venice Biennarle memancing perdebatan panas antara Berlin dan Kairo.

Pertengkatan semakin dalam karena Mesir menuntut pengembalian segera patung kepala yang tak ternilai harganya itu yang dipajang selama hampir 90 tahun belakangan ini di Museum Mesir di Berlin. Mesir sudah menyatakan direktur museum tersebut, Dietrich Wildung, persona non grata.

Nefertiti, yang artinya kecantikan telah tiba, adalah istri dari raja Mesir Akhenaten, yang berkuasa sekitar tahun 1340 SM. Patung kepala ini, yang salah satu matanya hilang, ditemukan oleh arkeolog Jerman pada tahun 1912. Setahun kemudian patung ini dibawa ke Berlin dan menjadi salah satu atraksi budaya yang penting di kota itu.

Menteri Kebudayaan Mesir, Faruk Husni, sudah menegaskan bahwa patung kepala itu “tidak aman lagi di tangan Jerman dan harus dikembalikan ke rumahnya.” Dia mengutuk pengunaan patung kepala itu di Venice Biennale dengan menyebutnya ‘menjijikkan’ dan mengatakan hal itu merupakan penghinaan.

Kemarahan Mesir bersumber dari keputusan museum Berlin untuk mengijinkan sekelompok seniman Hungaria, yang bernama Kish Warsaw, membuat film tentang patung kepala itu dengan memperlihatkan Nefertiti pada tampak pertama berupa dada dari seorang perempuan telanjang yang terbuat dengan perunggu.

Untuk membuat video tersebut, yang diberi judul Tubuh Nefertiti, patung kepala Nefertiti bulan lalu dikeluarkan dari kotak kaca selama beberapa jam dan ditaruh di atas dada perunggu.

Oorang yang berada di tempat iru adalah Dietrich Wildung, dua seniman, dan beberapa asisten. “Saya tidak mengerti apa sebenarnya yang diributkan,” katanya. “Saya langsung yang memindahkan patung itu dari kotaknya. Suasananya lebih merupakan pemujaan atas Nefertiti dan bukan penghinaan. Semuanya tercengang diam,” tambahnya.

Wildung mengatakan bahwa dada tempat patung kepala diletakkan tidak telanjang tapi dilapisi dengan jubah transparan yang bisa terlihat di patung asli. Namun dia mengakui bahwa dalam video tidak terlihat ada pakaian.

Berlin tidak akan mungkin mau berbagi untuk salah satu artefak yang paling berharga. Pemerintah kota Berlin mengajukan alasan bahwa kesepakatan yang ditanda-tangani antara Jerman dan Mesir pada tahun 1913 memberikan hak memelihara selamanya kepada penemu patung kepala tersebut.

Wildung menuduh Mesir bereaksi berlebihan. “Saya menerima permintaan dari para seniman yang ingin memanfaatkan Nefertiti selama hampir sebulan. Saya kemudian menetapkan standard yang tinggi dan saya hanya mengijinkan pengunaannya satu kali saja.”
***

The Independent, Kamis 12 Juni 2003