Berkatalah Tjoet Nyak Din

Mestilah kita berteriak
Ketika bendera tak lagi berkibar
Layu…tertunduk, ragu

Bulan sabit enggan muncul
Digantikan kilatan desing peluru
Yang angkuh berbicara, menutup lubang jiwa

Kemana langkah hendak dituju?
Ketika hijau daun, birunya laut
Digantikan merah darah,
Kemana harapan hendak ditanam?
Ketika pekik ayam jago
Digantikan oleh pekik kesakitan
Perempuan malang korban perkosaan

Kabut cerobong asap minyak
Menghitamkan bendera dan bulan sabitku
Dimana tawa riang si buyung,
Dimana gelegar semangat perempuanku,
Dimana anak-anak angkatan mudaku,
Dimana keadilan,
Ketika tebasan senjata membabat habis pasukanku?
Dimana keadilan,
Ketika bom tanpa mata menghujam habis rumah papanku?
Dimana? Ke mana mereka semua?

Kapan kutersenyum,
Mendengarkan obrolan kopi pagi hari,
Wajah-wajah damai Acehku…
Lunglai kuberkata:”teruskan langkah, kibarkan bendera sepenuhnya!”
London, 120503