Di Hutan Lintong

jalan setapak ini
jalan ayah, jalannya nenek
jalan nenek dari neneknya

jalan berawal berlumut
samar di dasar hutan
jalan ziarahku kini

ke permukiman 8 generasi
kini kosong terbuka
di tengah rimba

tanpa hewan tanpa manusia
tinggal batu peti tengkorak
di benteng berbambu ciut

tinggal angin tinggal embun
degup jantungku
dikejut anggrek liar

dan kawasan rusa
di bekas ladang-ladang dulu
makan rumput muda

di malam purnama
***

pencerita

Leave A Comment