Duhai Sang Waktu

pintaku tak banyak, duhai sang waktu.
benamkan saja aku ke dalam pusaranmu.
biar mengalir lelah. biar tanggal penat.

tak bisakah kau penuhi inginku, duhai sang waktu?
sebentar saja, hanya sebentar.
aku cuma ingin menganyam rindu,
jadi permadani cintaku.
lantas kutautkan pada sampiran pilu hatiku

sungguh, aku tak ingin cengeng, duhai sang waktu.
kalau pun ada air mata, biarlah hanya segaris di pipi.
(perahumu, duhai sang waktu, jangan terlalu cepat berlayar)

jakarta, 2 april 2007