Teheran Dalam Stoples

Foto itulah yang nantinya menjadi batu nisan bahwa Ali pernah ada di hatiku. Batu yang mengingatkan banyak hal manis yang terlewatkan. Kami bermain dengan foto semalaman.

Ibu mengambil banyak foto-foto keluarga ketika kami di Iran.

Aku ingat Ali takut setiap kali melihat kilatan cahaya, tubuhnya selalu terkejut dan ia selalu menaikan bahunya.

Aku tersenyum jika melihatnya.

Semua foto itu ditaruh taruh dalam kotak setelah dicetak. Tapi foto pertamaku dengan Ali ditaruh Ibu dalam sebuah pigura, yang ditaruh di meja di tepi ranjang tidurku.

Foto itu selalu aku sapa setiap pagi. Aku selalu tertawa di dekatnya dan berkhayal kalau Ali bisa terwakilkan dengan foto.

Di kamar Ali juga terpajang foto yang sama. Pernah aku sempat melihat Ali memandangi Foto itu sebelum tidur.

Mungkin ia mendoakan aku di sela-sela tidurnya.
***

pencerita

Leave A Comment