Penulis edisi 237

Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. Novel pertamanya, Teheran Dalam Stoples diterbitkan oleh Diva Press.

W.S. Rendra, (lahir 1935) dianggap sebagai penyair terpenting setelah Chairil Anwar dalam sastra Indonesia. Adalah juga seorang dramawan yang terkenal karena eksperimen-eksperimen yang dilakukanya dengan Bengkel Teater. Kumpulan-kumpulan sajaknya berjudul Balada Orang-orangTercinta(1957), Empat Kumpulan sajak (1961) dan Blues Untuk Bonnie (1971). Yang terakhir sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Harry Aveling dengan judul Indonesian Poet in New York (1971) Di samping itu Rendra pun banyak menulis cerita pendek, antara lain yang dibukukan daIam Ia Sudah Bertualang (1963), esai dan banyak menterjemahkan drama antara lain karya Sophokles, George Bernard Shaw, Samuel Becket, Bertol Brecht dan lain-lain. Ia memperoleh hadiah nasional untuk puisi tahun 1955-1956 dan Anugerah Seni Republik Indonesia untuk kegiatan teaternya (1969)

Mansur Samin, (lahir 1930) aktif dalam dunia kesenian dan kesusasteraan sejak dia di Solo, antara lain dengan membimbing berbagai kegiatan deklamasi, pentas dan lain-lain. Sajak-sajaknya muolai banyak menarik perhatian ketika sepulangnya dari kampungnya di Tapanuli pada akhir tahun limapuluhan ia menuliskan kembali banyak balada yang berhubungan dengan kisah-kisah daerahnya. Pada tahun 1966 ia pindah ke Jakarta dan menggabungkan diri dengan para mahasiswa yang berdemonstrasi dan menerbitkan Perlawanan (distensil). Ia banyak menulis karangan-karangan berupa pandangan ataupun laporan dalam berbagai suratkabar dan majalah. Ia pun turut main dalam film.

________________________