Titah Nenek Terasi dan Anak Sekolah yang Tak Tergugah

Aminatul Faizah Penjual pisang tengah berjejal penuh, menggoreng di antara gugusan pelepah pisang yang memadat. Anak itu bertanya pada dirinya sendiri. Bertanya tentang pelepah pisang yang menyerap air tiada tersisa untuk yang lain, tetap hijau di tanah yang ia gembosi tiap hari. Tiada mampu kuasa bertanya kenapa dan apa yang akan ia berikan setelah mengambil. […]

MORE
Nyanyian Gagak

Aminatul Faizah Pernahkah kau terbayang akan terlahir dalam sebuah sosok yang menakutkan: sebagai penjagal nyawa dan penghempas asah. Hanya mendengar suaramu mereka takut akan kematian. Tapi setidaknya aku beruntung masih bisa berkawan dengan melati, mawar, dan kenanga. Tiga perawan indah namun nista yang mengiringi perpisahan yang menyakitkan. Bagaimana mungkin mereka tak berduka? Sedang berpuluh-puluh buliran […]

MORE
Penulis Edisi 190

______ Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri. karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia ini kesempurnaan itu relatif. Gendhotwukir, penyair dan jurnalis dari Rumah Baca Komunitas Merapi (RBKM), pernah mengenyam pendidikan di Philosophisch-Theologische Hochschule Sankt Augustin, Jerman. Imron […]

MORE
Penulis Edisi 186

Eliakim Sitorus, Dari Universitas Sumatera Utara Medan, melanjutkan S2 ke Universitas Satyawacana Salatiga dan lalu lalang sebagai pegiat pemberdayaan masyarakat dan penyelesaian konflik. Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri. karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia ini kesempurnaan […]

MORE
Bukan Sekedar Cinta

Aminatul Faizah Saat aku kecil dan kamu, aku selalu bertanya padanya siapa yang mengganti layar itu kala malam dan pagi. Dan kita sama-sama bingung akan jawabnya. Karena mereka menjawab dengan sesuatu yang tak logis bagi kita. Tuhan, katanya, dan bagaimana kita bisa melukiskan Dzat Yang Maha besar itu. Kita bingung. Kita hanya mengantungkannya pada masa […]

MORE
Penulis Edisi 185

Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri. karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia ini kesempurnaan itu relatif. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di […]

MORE
Si Hijau yang Bunuh Diri

Aminatul Faizah Dia datang dan selalu datang. menyanyat kulitku dengan lembut dan melindasi tubuhku dengan sentuhan yang halus, aku terdiam menikmatinya dengan kesesatanku. Tubuhku yang meliuk dan membentuk gadis dengan jelas membuat mata di udara menatapku. Aku indah dengan balutan hijau bajuku. Aku cantik dan mereka yang melihatku histeris. Histeris dengan kekinianku. Dia menyentuh dengan […]

MORE
Aku, aku, dan aku, Za

Aminatul Faizah Satu tahun lebih berlalu sejak cerita cintaku di mulai di SMA dan berakhir entah kapan. Mungkin cerita itu benar-benar tak pernah dimulai dan layu sebelum sempat aku mencium aromanya. Hampir tak ada perubahan yang berarti meski aku kini berada beribu-ribu mil jauhnya dari tempat tinggalku. Aku meninggalkan Indonesia namun Indonesia tak pernah sekalipun […]

MORE
Penulis Edisi 184

Aminatul Faizah. tinggal di Gresik. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.

MORE