Ladu

Tosca SantosoPenerbit Kaliandra, 322 halaman Matahari cepat sekali bangkit dari ke puncak bukit ini,. Panas segera menjalar ke dalam tenda. Membangunkan Arti dan Yanis, lebih awal dari biasa. Mereka tak sempat sarapan. Bahkan tak juga sekedar menyedu kopi. Kedua segera bergegas merapikan tenda, dan memasukkan barang bawaan ke dalam ransel panjang. Setelah meneguk air secukupnya, […]

MORE
Dari Kehidupan Para Jutawan

Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadaev Kadang-kadang ketika aku mengalami waktu yang terlalu cerah, aku meninggalkan meja tulis dengan rasa bahagia dan keluar berjalan-jalan dengan tak memerhatikan apa-apa di sekitar seperti orang yang jatuh cinta. Tetapi cinta tidak bisa mengubah objek. Itulah keunggulanku. Bagaimanapun ada juga,  aku sedikit menyimpang dari inti pertanyaan. Aku akan menjawab: “Ya”. Sastra […]

MORE
Teheran Dalam Stoples Aminatul Faizah

Eek mubarok Itulah kalimat yang muncul saat aku bangun pagi di hari itu. ibuku membuat banyak makanan kecil dan juga minuman. Ibu membuka pintu gerbang selebar mungkin dan membersihkan rumah sebersih mungkin. Setelah salat kami semua duduk. Ayah membagikan banyak hadiah untuk kami. Kami saling membagikan hadiah seperti natal. Ayah mungkin tak bisa melupakan adat […]

MORE
Teheran Dalam Stoples

Ayatollah Khomeini adalah manusia setengah dewa yang menguasai seluruh kehidupan di Iran termasuk keluargaku. Ibu merasa kalau kami harus buru-buru meninggalkan Iran. Harus. Ia tak mau negeri yang ia yakini akan bergejolak mengambil masa laluku. Itu tidaklah benar. Aku dan teman-temanku hanya tahu bahwa laki-laki itu adalah pahlawan. Entah dipandang dari sudut mana. Kehidupan boleh […]

MORE
Dari Kehidupan Para Jutawan

Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadaev Kami duduk mengelilingi meja. “Tadi pagi aku pergi ke dokter,” kata Madelaine. O, jadi Madelaine  datang ke kota untuk pemeriksaan doktor. “Segala-galanya oke,” dia menambahkan dengan nada puas.“Apa yang kau derita?” tanyaku meskipun tidak tahu apakah sopan pertanyaan seperti itu.“Kanker. Sedikit saja.” Aku terus menundukkan kepala untuk menyembunyikan kebingunganku. Kanker merupakan  […]

MORE
Teheran Dalam Stoples

Perasaan Adalah Pengelana Waktu Aku merasakan duniaku yang normal saat aku kembali ke Indonesia, rumahku dan tanah airku. Dari beribu-ribu pulau dan dari berjuta-juta kota, Kediri yang ibu pilih sebagai tempat untuk menulis novel dan tempat aku tumbuh menjadi remaja yang normal. Aku orang asing namun berbeda dengan saat di Iran, aku diperlakukan bak dewi, […]

MORE
Dari Kehidupan Para Jutawan

Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadaev Pada keesokan harinya, Maurice membawaku ke bandara. Naik Jaguar biru. Koporku tak juga ditemui tetapi aku diyakinkan kopor itu akan  ditemui juga nanti. Aku sudah biasa dengan kehilangan. Aku memperoleh gaun baru dan dengan wajah baru bergaya seorang perempuan penggoda lelaki. Apakah itu sama nilainya dengan satu kopor? Aku melalui tempat […]

MORE
Teheran Dalam Stoples

-. KhasanAkhirnya setelah enam tahun berlalu, hari perkenalan itu ada juga. Saat itu kami sedang menikmati sore hari di halaman. Adikku memanjat pohon jambu air dan aku menunggunya di bawah. Ibu sedang melihat acara televisi yang menayangkan betapa panasnya persaingan elit politik. Betapa kritisnya kejenuhan saat itu. Saat itu bulan Mei awal. Ibu selalu bilang […]

MORE
Teheran Dalam Stoples

-. Dia“Kau baik-baik saja kan?” tanya ibu beberapa minggu kemudian.“Ya. Aku baik-baik saja.”“Kau yakin?”“Ibu… pernahkah ibu merasa kalau kita asing di tempat kita?”“Iya. Itu rindu sayang. Apa yang kau rindukan?”“Masa laluku.” Aku mulai merapikan rambutku dan beranjak menuju sekolah. Aku menata setiap jengkal penampilanku karena aku mau penampilan yang sempurna. Aku mendengar Khasan mengeluarkan sepedanya. […]

MORE
Teheran Dalam Stoples

. ParisSebelas bulan kemudian aku berangkat menuju Paris. Aku belajar di salah satu universitas terkemuka di bidang seni di La Cote Des Beux Art. Lima belas tahun aku meninggalkan Teheran, delapan tahun aku meninggalkan Kediri dan diantara penantianku, ternyata hanya lima tahun dari dua puluh lima tahun umurku yang selalu berkenang. Bukan saat-saat bersama kakek […]

MORE