Penulis Edisi 187

Bambang Saswanda Harahap, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.

MORE
Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Sebagai lembaga pendidikan baru, meja dan kursi untuk belajar masih kurang. Tetapi karena belajarnya di dalam masjid, yang perlu kulakukan adalah membuat meja panjang yang cukup untuk dua orang. Kalau murid ada 45 orang, berarti aku cukup memperjuangkan agar ada bantuan 25 meja panjang untuk anak-anak TK/TP Al-Quran. Tapi kemana aku harus mencari […]

MORE
Penulis Edisi 186

Eliakim Sitorus, Dari Universitas Sumatera Utara Medan, melanjutkan S2 ke Universitas Satyawacana Salatiga dan lalu lalang sebagai pegiat pemberdayaan masyarakat dan penyelesaian konflik. Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri. karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia ini kesempurnaan […]

MORE
Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Sejak aku tinggal di desa itu, tidak pernah aku dengar tanda-tanda waktu shalat. Adzan hanya aku dapat melalui gelombang radio. Itupun juga sayup-sayup. Kucoba bertanya pada ayah dan ibu yang sudah lebih dulu tinggal di Lahat. “Orang desa banyak di kebun jdi mereka tidak sempat ke masjid. Jangankan mau adzan, bisa melakukan shalat […]

MORE
Penulis Edisi 185

Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri. karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia ini kesempurnaan itu relatif. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di […]

MORE
Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Tahun 1991, aku gagal masuk IAIN Raden Fatah Palembang. Maka pulanglah aku pulang ke Desa Peralihan, yang terletak di jalan lintas Sumatera di Kabupaten Lahat. Dari Kotabumi sampai Lahat memerlukan jarak tempuh selama 11 jam. Waktu perjalanan itu perlu karena ketika aku masih di Kotabumi, aku harus selalu memperkirakan jam ketibaan di Lahat […]

MORE
Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Di Kotabumi hampir bisa dikatakan aku tak banyak cing-cong. Bukan karena tidak ada kesempatan, tetapi demi menjaga nama baik keluarga paman dan bibi. Apalagi paman sangat kenal dengan Pak Arpani dan beberapa guru lain di sekolah. Kalau sedikit saja aku melanggar aturan sekolah, sudah pasti kabar itu akan segera sampai di telinga paman. […]

MORE
Penulis Edisi 184

Aminatul Faizah. tinggal di Gresik. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.

MORE
Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Di Kotabumi aku melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah GUPPI, lembaga pendidikan Islam swasta yang sebenarnya tak begitu bonafide. Tetapi bagiku kualitas sekolah bukan satu-satunya penentu manusia akan terlahir menjadi baik atau buruk. Semua tergantung individunya. Walau aku sekolah di lembaga pendidikan yang baru tiga tahun berdiri, dari materi yang kuperoleh sedikit banyak telah […]

MORE
Penulis Edisi 183

Liston P. Siregar, editor ceritanet.com. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.__________________

MORE