Sajak Kesepian

Gendhotwukir Tak ada azan magrib sepulang main bolaSambil menenteng degan atau tebu denganLusuh baju di sekujurnya. Atau juga azan subuhKetika hendak bergegas mandi setelah mimpi basah,siap berangkat sekolah. Tak ada kokok ayam di fajar yang menyadarkan,bahwa semua hanya mimpi, juga saatkemolekan Poniyem terbawa dalam mimpi,ketakutan hendak terterkan macan, juga lantaraniring-iringan ke kuburan. Tak ada bunyi […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 128

T. Wijaya, penulis Palembang dan beberapa karyanya sudah dibukukan, antara lain novel Juaro dan kumpulan puisi Krisis di Kamar Mandi. Gedhotwukir, lahir di Muntilan, bersekolah di Jerman, dan kini menulis dari Yogyakarta. Bersama komunitasnya akan menerbitkan Opera Zaman. Nabiha Shahab, pegiat lingkungan dan wartawan lepas, dan penggemar coklat.

MORE
Gado-gadoku

Nabiha Shahab Gado-gado terenak di dunia cuma satu: di Jalan Menteng Kecil, Jakarta Pusat. Sejauh ingetan, ya yang namanya gado-gado enak cuma di situ jualnya. Bumbunya medok, manisnya pas, asinnya sedeng. Cuma porsinya banyak banget. Ukuran perut gue sih, satu porsi buat berdua tuh. Belum lagi pake telor rebus satu, pake emping condet yang pake […]

MORE
Saya Tidak Mau di Surga Sendirian

T. Wjaya Sama seperti orang Indonesia lainnya, saya miskin. Sama seperti manusia lainnya, saya banyak dosa. Sama seperti semua makhluk di langit, dan di bumi, saya tidak tahu apa-apa. Tapi, saya tidak mau masuk surga sendirian, meskipun itu kehendak Tuhan. Saya tidak dapat membayangkan, bagaimana hidup abadi di surga sendirian. Hidup dengan kemewahan, dikelilingi bidadari […]

MORE