Salam Sastra Buat Pujangga

Elmi Zulkarnain “I feel stupid whenever I speak Malay.” Akhbar itu menukil pernyataan seorang artis muda dari seberang yang bintang selebritinya sepatutnya bersinar. Aku menggerakkan kakiku merentas kulit bumi dari sekolahku yang terletak di kawasan Tanjong Katong menuju pulang ke Marine Drive. Aku seperti dirasuk dengan luahan si artis muda manja itu. Amnesia juga tidak […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 134

Elmi Zulkarnain, sarjana muda Bahasa dan Kesusasteraan Inggris di Singapura yang hobby menulis puisi. M. Arpan Rachaman, pegiat Fokus Grup Diskusi Membaca Indonesia dan kerap menulis di media massa, tinggal di Palembang. Dyah Nyiur, guru sekolah di Jakarta

MORE
Aku dan Hujan

Dyah Nyiur Hujan kembali membuat aku tercengang-cengang dengan dampak kehadirannya yang aneh. Barangkali sebenarnya semua biasa dan alamiah saja. Tapi bagiku, hampir setiap kudengar gelegar guntur, setiap kali pula kusebut nama Tuhan banyak-banyak di dalam doaku. Sebuah doa penolak bala. ”Tolong, Tuhan, kirimkan hujan-Mu secukupnya. Secukupnya saja! Sampai bulan lalu barangkali kota kami masih menderita […]

MORE
Aku dan Hujan

Dyah Nyiur Hujan kembali membuat aku tercengang-cengang dengan dampak kehadirannya yang aneh. Barangkali sebenarnya semua biasa dan alamiah saja. Tapi bagiku, hampir setiap kudengar gelegar guntur, setiap kali pula kusebut nama Tuhan banyak-banyak di dalam doaku. Sebuah doa penolak bala. ”Tolong, Tuhan, kirimkan hujan-Mu secukupnya. Secukupnya saja! Sampai bulan lalu barangkali kota kami masih menderita […]

MORE
Rasio Sastra, Mengenang Pramoedya Ananta Toer

M. Arpan Rachman “Setiap manusia yang hidup akan menemui kematian…” Pramoedya Ananta Toer adalah sastrawan yang menjelma bagai sebuah ikon tentang kebebasan yang dibungkam. Sebagai pengarang, dia mendapatkan nama besar dari penjara ke penjara, menjadi orang hukuman. Mula-mula dijebloskan pada Aksi Militer I Belanda, kemudian ditahan dan dibuang oleh rezim yang pernah berkuasa di Indonesia. […]

MORE