Dialog Semu Dalam Sujudku

Dalam sujudku malam ini, terbayang seraut wajah dengan tubuh kekar tersenyum seindah purnama yang selalu didampingi satu bintang. Wajah yang selalu kurindukan, yang selalu kupanggil. Ayah…Aku tidak tahu kau dimana, mungkinkah kau bahagia, mungkinkah tidak. Malam ini aku coba bercerita denganmu, cerita yang belum berubah.Ayah….Aku baik-baik saja, begitu juga Ibu. Dia masih sama seperti dulu, […]

MORE
Penulis Edisi 167

Multama Nazri HSB, Lahir di Sibuhuan, Sumatera Utara, menikah dan bekerja sebagai wiraswasta di Medan Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.

MORE
Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Bersama pemabukSebagai anak muda yang biasa-biasa saja, aku sebenarnya ingin bergaul dengan siapa saja, walau Mbah Hudi selalu mewanti-wanti  agar aku berhati-hati dalam pergaulan. Desa Ganjar Agung, seperti kata Mbah Hudi, sama saja dengan desa-desa lain; ada setan dan ada malaikat. Dan banyak anak-anak yang menginjak remaja sepertiku mulai mengenal alkohol atau mencuri, […]

MORE
3 Menit Menjadi Cinta

Multama Nazri HSB (menit pertama) ku kan bercengkrama dengan nafsu dan turunannya membagi tugas dengan mereka agar aku bersih, suci, dan indah (menit kedua) ku kan berkunjung kepada logika bersekutu dengan beliau agar aku tidak tersesat dan bodoh (menit ketiga) ku kan rasuki hati kekasihku melihat setiap ruangnya kurebahkan diriku disana sejenak….

MORE
Tukang Cukur

Presiden Hayat “Bupati, Kapolres, dan pejabat-pejabat sini melanggani tukang cukur ini lho pak,“ temanku menyakinkan. Mungkin melihat mukaku yang masih berkerenyit-kerenyit dan ragu-ragu melihat tempatnya yang sangat sederhana. Terjepit di sudut segi tiga akibat belokan patah jalan raya, rumah cukur itu –setengah tembok, seperempat papan, dan sekitar seperempat lagi kaca– punya dua pintu; sebelah kiri […]

MORE