sajak Jakarta

Sitor Situmorang (1953) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Diriku rawaPanas membatu di puth dindingSemua punya arti, manusia dan malaria***

MORE
Suara

Toto S Bachtiar (1953) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Kapan ada sesuatu, ialah kamarku di dalamSuara penutup paling jauh telah membawa bunyiSedang kubuat lagi jelaga diri semestaDi lorong-lorong kelam kotaku Jakarta Nafsu ialah bandingan suara dan jelagaO, perempuan-erppuan yang tak tahu bahasaArti agung yang mendukung dukana!O, tingkat tertutup sebelum membuka! Sekali ini tak ingin lagi kucari […]

MORE
sajak Lagu Jakarta

Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia tiada nyanyi seduka jakartamenempel pada bibir keringmenggigil oleh malariamenyumpahi hari pengap-pesing semua telah hilang aslidibedaki lumpur ciliwungsemua telah hilang artidiwarnai langit lembayung Tinggal pergulatan dalam kerjakarena darah harus mengalirdan kehendak beribu rupadalam hidup kota berjuta***

MORE
sajak Galau

Presiden Hayat Patah lidahku/ pada wajahmu/ patah sikuku/ pada tulusmu/ patah hatiku/ pada ragumu/ kalau ayam tak berkokok, akankah siang tak akan datang? Kuhanyutkan galau pada air sungai yang mengalir jauh ke muara menyambut azan dan meninggalkan batu dan pasir yang dicintainya Sepi Berceritasepi bercerita bahwa engkau telah melupakan aku/ tak apa kataku, asal Tuhan […]

MORE
Penulis edisi 219

Presiden Hayat penikmat seni dan sayur asam. Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya di sana, memimpin majalah Suluh Peladjar (1953-1955), Prosa (1955) dan Budaja Djaja (sejak 1968). Pernah memimpin Madjalah Sunda (1965-1967) di Bandung. Sejak 1971 memimpin Badan Penerbit Pustaka Jaya, Yayasan Jaya Raya. Menerbitkan sejumlah […]

MORE
Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu

Bramantyo Prijosusilo Di Indonesia dahulu, menjelang akhir rejim yang dinamakan Orde Lama oleh musuhnya, musik dunia yang direproduksi lewat piringan hitam dan radio, menembus batin satu golongan pada satu generasi muda. Histeria massa muda itu terjadi sedunia, dan gelombang gairah muda yang merasa memperoleh panutan tersebut, dilawan Presiden Sukarno yang tua, dengan melarang musik ngak-ngik-ngok […]

MORE