Rumah Piano

—Ahmad Nurullah seketika aku disambutdua lagu Beethovendari jejari seorang putrilaras, anakmumenziarahi rumah tuadengan ketukan satu-duapada pintunya yang terbuka sebuah bioramaadalah dunianya sendiridi rumahmurumah bagi langit biorama itumenunjuk sebuah lorongruang-waktu yang berdebukau buka satu kelambuhuruf-huruf tanpa tanda bacamenyuruk belantaradi rumahmurumah bagi senjaibukota lalu kau ikut memainkansebuah lagu, bersama larasketukan pertama adalahkerinduanmu yang tertundaketukan kedua dipungutnot-not yang […]

MORE
Sajak Ariel 1

Bernando J Sujibto tubuh dari lekuk gitardipetik melingkarmelenguh di ujungmelepuh di belakang satu wajahmembuka seribu topeng ke ujung gangselalu petangkini ramai di makamjalan pulang malam telungkup di atas meja kosongbau sepatu, kaos kaki gosongseperti aroma tubuh-tubuh ditekandiiris bertiras, lalu sontak ditelan arieltubuh dari lekuk gitarmenetas di atas daun talasmenetes pelan di tanah kerikilyang dibikin abadi, […]

MORE
Ariel II

ibarat dua langkat bukitia ada di antara batu-batu cadasdan akar pohon yang ranggastumbuh getas di semua sudut pada suatu hari yang tertelania menatap akar pohon itupohon yang dilapukkandibusukkan akarnya batu-batu itu berpeluhmerembesi punggungnyadan kini ia telah menyatutubuh di atas batu-batu sadasmenjadi akar pohon itu(2012)

MORE
sajak Bulan Kota Jakarta

W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Bulan telah pingsandi atas kota Jakartatapi tak seorang menatapnya!o, getirnya kulit limauo, betapa lunglainyaBulan telah pingsanMama, bulan telah pingsanMensukuk tikaman beracundari lampu-lampu kota Djakartadan gedung-gedung tua tak bedarahberpaling dari bundanyaBulannya! Bulannya!Jamur bundar kedinginanbocah pucat tanpa mainanpesta tanpa bungao, kurindu nafas gaibo, kurindu sihir mata langitBulan merambat-rambatMama, betapa sepi […]

MORE
sajak Dengan Dua Gadis

S.M. Ardan (1952) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Bila aku dapat honorariumAku ajak gadis I makan minum ke rumah makan dan atau menghirup malamApalagi kalau cuaca baikSerta kami bicara penuh cinta Bila kepala dana dada berat, kantong dan perut kosongAku datangi gadis II di rumahnyaSerta kami juga bicara dalam cinta, dengan cintaTapi tidak tentang cintaAntara tegukan […]

MORE
Delima yang bertutur tentang Senayan

(Aminatul Faizah) Aku tak yakin dengan apa jenisku. Tapi aku tahu, aku laki-laki dan aku perempuan yang terdiam. Terdiam di persimpangan antara ada dan tiada, antara yang dianggap dan antara terbuang dan tersisihkan. Aku syukuri itu adanya. Setidaknya Tuhan memberi pengajaran padaku tentang surga dan neraka. Tentang malaekat dan juga setan dan Tuhan begitu baik […]

MORE
Penulis edisi 223

Bernando J Sujibto, kelahiran Sumenep, 24 Februari 1986. Menulis puisi, esai, artikel, dan resensi di media lokal ataupun nasional. Karya puisinya terkumpul dalam antologi bersama seperti Risalah Dua Jari (Andalas, 2002), Kampung dalam Diri (Temu Penyair Lima Kota, 2008), Puisi Menolak Lupa (Obsesi Press, 2010), Mazhab Kutub (Pustaka Pujangga, 2010), dan Suluk Mataram (Galang Press, […]

MORE
Sajak Bulan Kota Jakarta

W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Bulan telah pingsandi atas kota Jakartatapi tak seorang menatapnya! o, getirnya kulit limauo, betapa lunglainya Bulan telah pingsanMama, bulan telah pingsanMensukuk tikaman beracundari lampu-lampu kota Djakartadan gedung-gedung tua tak bedarahberpaling dari bundanya Bulannya! Bulannya!Jamur bundar kedinginanbocah pucat tanpa mainanpesta tanpa bunga o, kurindu nafas gaibo, kurindu sihir mata […]

MORE