Tak Sepadan

Aku kira:Beginilah jadinya nantiKau kawin, beranak dan berbahagiaSedang aku mengembara serupa Ahasveros Dikutuk-sumpahi ErosAku merangkaki dinding butaTak satu juga pintu terbuka Jadi baik juga kita padamiUnggunan api iniKarena kau tidak ‘kan apa-apaAku terpanggang tinggal rangka Februari 1943

MORE
Aku Ini Binatang Jalang

Editor: Pamusuk Eneste Satu hal yang hingga saat ini belum tuntas dibicarakan mengenai Chairil Anwar adalah sajak-sajaknya yang terdapat dalam beberapa versi, sebagaimana nampak dalam Deru Campur Debu (DCD), Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (KT) , Tiga Menguak Takdir (TMT), Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 dan Kesusastraan Indonesia di Masa Jepang. Ambillah […]

MORE
Teheran Dalam Stoples

Sewaktu awal sekolah aku duduk di baris kedua di sebelah kiri ke empat dari depan. Mullah membacakan perintah-perintah agama setiap pagi dan kami pun belajar mengunyahnya. Itulah inti pendidikan di tempatku. Belajar mengingat, mengucapkan, dan berusaha menjalankannya.Semakin lama belajar di sekolah, aku mulai merasakan kegelisahan akibat tekanan dalam bentuk kaidah-kaidah dan keseragaman. Dalam penjalajahanku di […]

MORE
Ambruknya, atau munculnya, keping-keping Jokowi

Tak jelas mulai kapan kampanye pemilihan presiden langsung lebih terpusat ke ‘citra’ para calon dan bukan adu program, apalagi adu ideologi.  Sudah terlalu repot memaparkan program -apalagi ideologi- lewat media sosial, yang menjadi saluran utama untuk meraih ‘pasar’ dengan cepat dan tepat. Kalau dikutip dari Popular Images of American Presidents oleh Wiliam C. Spragens, mungkin […]

MORE
Penulis Edisi 248

Liston P. Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]

MORE
Nisan

untuk nenekandaChairil Anwar Bukan kematian benar menusuk kalbuKeridlaanmu menerima segala tibaTak kutahu setinggi itu atas debudan duka maha tuan bertakhta Oktober 1942*diambil dari Aku Ini Binatang Jalang

MORE