Tentang Penulis Edisi 57

Liston Siregar, editor ceritanet. Ikun Eska, penulis tinggal di Yogya, Rezki S. Wibowo, mahasiswa School of Oriental and African Studies. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni asal Yogya sekarang tinggal di London. Syam Asinar Radjam, menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

MORE
Mayat yang Pertama

Ikun Eska Mayat itu ditemukan seorang jurnalis. Ketika perang hari pertama masih berkecamuk. Tanpa uniform. Tanpa secuwil identitas. Kecuali tujuh lubang yang menembus tubuhnya; di jidat, di dua telapak tangan, di kedua belah paha dan di kedua telapak kakinya. Luka itu pun tidak jelas. Mungkin karena peluru. Bisa jadi pecahan mortir. Jurnalis itu menyeretnya sampai […]

MORE
Kartu Pos

Ikun EskaBurung-burung putih dalam kartu pos bergambar : Karang-Wang 2000                ===============================================                                                                                                                        Di sini, kini aku tinggal!-lili-                       Tulisnya. Tak ada kalimat lain. Hanya langit biru, serumpun hutan, sebangun kastil, dan atap-atap pabrik di  latar belakang, sejalan lurus menyilang hilang pada garis pandang berhias ribuan burung putih se-landscape  lukisan Widayat:  Seribu Kuntul.selengkapnya

MORE
Tentang Penulis Edisi 40

Ikun Eska, salah seorang pendiri Asosiasi Platonis Independen, dan sekarang menjadi Sekjen-nya. Redaktur HALTE, Buletin Belajar Menulis Seni terbitan Galeri Kedai Kebun Yogyakarta.J.J. Kusni, orang Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah, dan pecinta satra.Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London.

MORE
Kartu Pos

Ikun Eska Burung-burung putih dalam kartu pos bergambar : Karang-Wang 2000===============================================Di sini, kini aku tinggal!-lili-                           Tulisnya. Tak ada kalimat lain. Hanya langit biru, serumpun hutan, sebangun kastil, dan atap-atap pabrik di latar belakang, sejalan lurus menyilang hilang pada garis pandang berhias ribuan burung putih se-landscape lukisan Widayat:  Seribu Kuntul. Di pojok bawah, pada sudut sebelah kanan, terbubuh nama: […]

MORE
crematoruim scene

Ikun Eskadikemasinya daun yang rontok sembilan musimbiji yang ditepiskan cakrawaladinyalakannya pendiangan dari api sendiridan ketika pagi tibaorang menemukannya teronggok menjadi abubersama matahari yang hangus di kolong tungku.selengkapnya

MORE
Tentang Penulis Edisi 34

Ikun Eska, salah seorang pendiri Asosiasi PlatonisIndependen, dan sekarang menjadi Sekjen-nya. Redaktur HALTE, Buletin Belajar Menulis Seni terbitanGaleri Kedai Kebun Yogyakarta.Ari Setya Ardhi banyak menulis cerpen, puisi dan esei di berbagai media massa. Pernah memenangkan beberapa lomba cipta puisi, cerpen, esei maupun naskah drama tingkat nasional dan daerah. Ia juga aktif di teater Bohemian Jambi, […]

MORE
di tubuh waktu ada

kata itu meloncat dari kotak teka-tekimumenggelepar di lantai lalu diammembekukau ingin menjumputnyamengembalikan ke kotakuntuk menjawab sebuah pertanyaantetapi begitu tanganmu ingin menyentuhnyakata itu meloncat ke dalam jamdi dinding kamarmu bergayutpada angka-angka di sanakau membiarkannya dan mengisikekosongan yang laindari detik ke menitdari jam ke haridari minggu ke bulandari ranjang ke kuburanhingga kau lupadi tubuh waktu ada tersiasatu […]

MORE
dongeng hujan

bahwa hujan itu pernah bercerita padakubahwa bunyi yang datang mengetukgenting rumahmu bersamanyaadalah ia yang pertama kali memandikanmusebelum kau berangkatmenangkap gelap matahari

MORE
crematorium scene

Ikun Eskadikemasinya daun yang rontok sembilan musimbiji yang ditepiskan cakrawaladinyalakannya pendiangan dari api sendiridan ketika pagi tibaorang menemukannya teronggok menjadi abubersama matahari yang hangus di kolong tungku

MORE