Letug Yang Kehilangan dan Mencari Mengenang Iing

J.J. Kusni1. baris-barismu bertutur tentang duka, rindu, luka dan kehilangan berkisah tentang masa silam jauh seperti cakrawala tak lagi tergapai tangansedangkan senjanya berwarna merah hari-hari berdarah dan kau menjadi burung yang terbang melintasinya mencari ufuk bersarang coba hitung berapa banyak mereka di langit ke utara ke selatan diterbang nasib boleh jadi begini, letug sahabatku yang […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 44

Ramadhan Pohan, wartawan Jawa Pos di Washington DC. Cerpen dan puisinya dimuat di berbagai media, juga di The Path Not Taken (Maryland: 1996) dan Para Pembohong (Jakarta: 1996). Pernah bertugas di Sofia, Turki, serta meliput ke Bosnia, Kroasia, Serbia dan Masedonia. Liston Siregar , anak Medan, jadi wartawan dan sesekali nonton film.J.J. Kusni, orang Dayak […]

MORE
Letug Yang Kehilangan dan Mencari Mengenang Iing

J.J. Kusni 1.baris-barismu bertutur tentang duka, rindu, luka dan kehilanganberkisah tentang masa silam jauh seperti cakrawala tak lagi tergapai tangansedangkan senjanya berwarna merah hari-hari berdarahdan kau menjadi burung yang terbang melintasinya mencari ufuk bersarangcoba hitung berapa banyak mereka di langit ke utara ke selatan diterbang nasib boleh jadi begini, letug sahabatku yang pengembaracinta yang sungguh […]

MORE
Dapat Apa dan Mau Kemana

                           J.J. KusniPak Joseph Pontoan yang baik,Yang ingin kuceritakan kali ini bukanlah kisah tentang negeri orang yang kulalui dan terkadang terpaksa kuhidupi untuk waktu panjang sehingga hidupku seperti halnya dengan pencarianku betul-betul seperti sebuah perjalanan panjang tak berujung. Iapun seperti pertanyaan demi pertanyaan yang selalu menagih jawaban.selengkapnya

MORE
Tentang Penulis Edisi 40

Ikun Eska, salah seorang pendiri Asosiasi Platonis Independen, dan sekarang menjadi Sekjen-nya. Redaktur HALTE, Buletin Belajar Menulis Seni terbitan Galeri Kedai Kebun Yogyakarta.J.J. Kusni, orang Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah, dan pecinta satra.Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London.

MORE
Dapat Apa dan Mau Kemana

J.J. Kusni Pak Joseph Pontoan yang baik, Yang ingin kuceritakan kali ini bukanlah kisah tentang negeri orang yang kulalui dan terkadang terpaksa kuhidupi untuk waktu panjang sehingga hidupku seperti halnya dengan pencarianku betul-betul seperti sebuah perjalanan panjang tak berujung. Iapun seperti pertanyaan demi pertanyaan yang selalu menagih jawaban. Mengenai masalah pertanyaan ini, aku kira sangat […]

MORE
Bukan Kerja Akhir Pekan

J.J. Kusnikebutkanlah mantel dinginmu mengebut daki-daki musimdan kita kembali berangkat, “apakah masih jauh ujung jalan?”jalan kita berbataskan malam, bung kerna itu patut bergegasmemacu mentari dan tak usah tanyakan jam berapa sekarang,tak usah mengeluh pegal ngilu kaki-tangan jika mau bersama.selengkapnya

MORE
Tentang Penulis Edisi 37

J.J.Kusniorang Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah, dan pecinta satra.Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London.

MORE
Bukan Kerja Akhir Pekan

J.J. Kusnikebutkanlah mantel dinginmu mengebut daki-daki musimdan kita kembali berangkat, “apakah masih jauh ujung jalan?”jalan kita berbataskan malam, bung kerna itu patut bergegasmemacu mentari dan tak usah tanyakan jam berapa sekarang, takusah mengeluh pegal ngilu kaki-tangan jika mau bersama

MORE
Dan Memang Kita Tak Boleh Menjadi Pungguk

kebanggaan? apa yang bisa kubanggakan pada diri, sanjakkupunhanyalah baris-baris sederhana jauh dari puitik sesederhanacintaku, itupun masih patut diuji ditempa waktu, apakah buahmanis-ranum terus manis-ranum ataukah busuk di pohon olehhama-hama ancaman

MORE