Tentang Penulis Edisi

Mula Harahap, mengelola sebuah perusahaan penerbitan, dan pengurus YayasanAdikarya IKAPI. editor ceritanet.com. Novy Noorhayati Syahfida, alumni Universitas Pasundan, tinggal di Jakarta dan puisinya diterbitkan di sejumlah media, dan sudah diterbitkan; Dian Sastro for President! (AKY-Bentang, 2002).

MORE
Perempuan Berwajah Senja

dan mentari pun sembunyi di balik jubahnyasaat kau berjalan menuju singgasanaribuan peri kecil ikuti langkahmudengan tangan menari, mencumbu sang waktuo, perempuan berwajah senjahadirlah slalu dalam mimpi-mimpi dewa cintaberi kami secawan anggur asmaramabukkan jiwa kami dalam pesonamu yang menjerathingga malam kembali menjemputmengubur habis semua asa yang sempat melekatBandung, 4 Februari 2003

MORE
Gerimis

ini kali tak ada yang sempatsemuanya sibuk merapatpada detik pertama yang hampir lewatgerimis jatuh sangat cepat sudut jalan terasa basahtak ada lagi yang pejalan kaki yang singgahburung gereja hanya bernyanyi di atap rumahdan aku sembunyi di balik senyummu yang teduh biarlah, kutinggalkan mentari sejenakbertukar tempat pada gerimis yang mendadakaku pun terjebakdalam dingin : tak bergerakBandung, […]

MORE
Tak Ada Puisi Hari Ini

Novy Noorhayati Syahfida tak ada puisi hari iniketika kata-kata rindu tlah mati terkunciketika kalimat-kalimat cinta tlah usang dan basiketika bait-bait pujian tlah habis terkikistak ada, tak ada lagi yang dapat kutulismaka ijinkan aku ‘tuk jadikanmu puisidi hari ini…Bandung, 18 Juni 2003

MORE
Tentang Penulis Edisi 88

Novy Noorhayati Syahfida, tamatan Universitas Pasundan Bandung dan puisi-puisinya dimuat di buku kumpulan puisi, buletin maupun internet.Ucu Agustin, bekerja sebagai penulis naskah drama radio di sebuah NGO yang bergerak di bidang transformasi konflik. Pernah menjadi wartawan, tinggal di Jakarta. Taufik Wijaya, pegiat seni yang tinggal di Palembang. Firman Firdaus, wartawan di Jakarta dan aktif di […]

MORE
Perempuan Terakhir

: BLP ingin kugauli ragamu yang tertinggal bersama waktumemelukmu hingga detik usia berlalumembisikkan bait-bait pujian yang pernah kita ejasatu doa pun terukir sempurnakasih…jadikan aku perempuan yang terakhir di sisa hidupmudan kujanjikan jiwa ini hanya untukmu Jakarta, 10 Juli 2003

MORE
Persetubuhan

: pancoel dan kucium bibirmu, di langit-langit kamar yang kian pekatmencumbumu dalam lautan sepiantara keheningan dan gelisahnya malamkupacu gairah untuk memahat bayanganmu Jakarta, 12 Maret 2003

MORE
Sesal (Persetubuhan Ini…)

Novy Noorhayati Syahfida jika persetubuhan ini tak punya arti bagimucampakkan saja aku di kolong ranjangmubiar kupunguti sisa-sisa keringatmu yang masih hangatyang tercecer di ujung penatmungkin kelak dapat membuatmu teringatpada malam yang kian pekat Bandung, 27 Juni 2003

MORE
Nyanyian Hujan

ini jiwa siapa?yang terperangkap dalam samudera waktutenggelam dalam airmata harusaat genderang kehidupan mulai ditabuh hujan di luar sana semakin deras bernyanyitak ingin kubayangkan, saat kau ikrarkan janji itu padanyadalam kesunyian yang tiada terhentiseperti sunyi di hatiku yang tak juga mereda ini jiwa siapa?yang terkurung dalam ikatan sia-siaBandung, 14 Oktober 2003

MORE
Waktu Yang Sesaat

telah kutulis jejak-jejak kita yang mulai terhapuspada trotoar dan lampu-lampu di sepanjang jalanjuga pada hutan dan rel kereta di seberang kampusyang pernah kita lalui kemarin tak lupa kutinggalkan sepotong pesandi atas ranjang, tempat kita biasamelepas cerita tentang kemurahan duniapada hidup yang terus berjalan mungkin aku yang terlalu lama bermimpiatau waktu untuk kita yang hanya sesaatlalu […]

MORE