Cinta Luput, Cinta Sepenuh

Hari sudah soresiap menemui ajaldepan regu tembakia membalas suratseorang gadis jauhyang belum dikenalnya. “Silakan datang, aku menunggu bahagia.Oleh-olehmu kunanti.” Ia pun tertidurhingga lewat matahari terbenam,menjelang hari naassebelum nanti kubangunkandi pagi buta – kata korankata koran pula:ia menolak berdoaia menolak didampingi pendetahanya minta sebatang rokok. Seorang murtadyang ikhlas? kata hatiku –setelah tidak diberi pengampunanIia menolak segala […]

MORE
Kopi Pagi – Winarni Dwi Lestari

burung kecil itu berkabartentang tempatyang akan kau tuju hari ini.kuambil setakar sisa malam sedikit pekatlalu kuseduh bersama kabut.ah.. terlalu dini menyimpulkanseberapa cepathatiku harus teraduk,jua seberapa tepatdirimu akan terlarut. sudah sampaikah kaudi tapal batas egoku?karena satu pagi sajatak kan pernah cukupbagi secangkir hatikumenahan manisnya rindu.***Karawang, 13 Januari Sajak lubang kunci kepada anak kunci lindungi aku dari setiap […]

MORE
Meja Dan Peta Benua – Faris Al Faisal

Sebuah meja makan, sebuah peta benuadihidangkanmenghidupkan makan malam Kita berlayar ke gelas samudra yang cairdi sela jarak piring dan mangkukyang dekatyang makin eratpulau-pulau dan nyanyian burung camar Petualangan kian puitik, ke sudut-sudut lautyang tak bertepimemecah debar ombak oseanmencari garisbatas dunia dan cinta Diam-diam, kita telah sampai ke ujung perjalanantak ada yang tertinggal kecuali sisa remah yang […]

MORE
Kisah Kias Kristus – Sitor Situmorang

Seorang mempunyai 100 domba,Seekor hilang, lalu ia pergi mencari,Turun gunung, naik gunung negeri,Domba 99 tinggal, tak punya gembala. Di sebuah ngarai menguak domba hilang,Terjepit di antara semak-semak berduri,Si gembala turun, mengambil si malang,Digendongnya, seperti menggendong bayi. Ia pun berpesta, mengundang teman-teman,Orang datang, tapi semua pada heran,Bisik orang meninggalkan 99 domba,Mencari seekor yang tak tentu rimbanya. […]

MORE
Zinnia Elegans – Lailatul Kiptiyah

kumasukkan tiga butir benihke rongga tanahyang hitam bersih di hari ke tujuhbenih-benih pecahmembuka pori-pori tanah kuteguhkan diri merawatmudengan kasih sayang penuhkuatkan batangmukibarkan daunmu agar waktu membukadirinya lebih lapangmenjadi batang, menjadi tanganmenopang pucuk-pucukmu kembang*** Ampenan, Maret – November 2020 Menanam serai dalam pot aku tangan yang menumbuhkan lukamerambat menembus pintumurumah dengan denyut hidupkamar-kamar sabar dan longgar […]

MORE
Lagu Malamku Kini – Sitor Situmorang

Mantranya ombakzikirnya sungaibahana hutandera samudra lagu malamku kinidi pangkuan semestaalam pesta tarialunan gamelan dewa-dewa cintaku, cintaku, sempurna*** Luluh Tubuh Putih bulan, tubuhmudalam jamaahku merekahmerah jambu hajat yang kelewattersaput beledrubenih pulih asaldi tubuhmu luluh*** Sitor Situmorang, penyair kelahiran Samosir, Tapanuli, dan bekerja sebagai wartawan di Medan. Pernah ditahan Belanda di Wirogunan sebelum bekerja di KBRI Paris dan […]

MORE
Lelaki yang Tak Menuntut Kesetiaanmu – Rizka Nur Laily Muallifa

Ribuan hari lalu, kau diam-diam mengirim sekuntum puisi ke saku celananyaDan tak pernah tahu apa yang ia temukanSebab ia tak pernah mengatakan apa-apa Hari-hari selanjutnyaIa hanya datang dalam bentuk tulisan seriusMemintamu berpendapat tentang pikiran dan telaah-telaahnya Dulu kau mengira ia hanya tak sempat memikirkan hal-hal romantiskarena terlalu asyik di kebun kata-kataKini, dugaan itu kau rasa […]

MORE
Sapardi Adalah Puisi Yang Tak Pernah Mati – Norrahman Alif

kau tak akan pergihidupmu akan abadipada larik-larik puisi ini. tak akan ada kata matipada jalan hidup penyairsebab sapardi adalah bahasayang menunda-nunda kematian dengan puisi. sapardi adalah puisi yang melahirkan anak-anak penyairmelankolis. setiap hari, setiap tahun penyair lahir ke dunia untuk menyatakan patah hatinya pada hidup, pada kekasih pada puisi. tak lain sapardi adalah puisi yang berjalan ke tengah carut-marutnya perasaan, hati dan kerinduan. […]

MORE
Ziarah Gunung – Sitor Situmorang

seharisebelum purnamakudekap ia di bukit pasirpantai selatan tiba di lorong merapipandangnya tercurahjadi lahar dinginkali krasak nirwana kesehariankudesa-desa batunpetani-petani salam di atas sawah ladangselatan jalan ambarawatergantung langitdi sela-sela gunung moksa menghimbaudi keramaian pasar borobudurbiksu berjubah kuningdi antara alat-alat besarpemugaran candi di bayang stupa teratasterlindung topi pandankutatap turis lalu-lalangbiksuku hilang…*** Sitor Situmorang, penyair kelahiran Samosir, Tapanuli, dan […]

MORE
Mengenang Munir, Menolak Lupa (08121965 – 07092004) – A. Nur Ahmad

Munir namanya,berkumis berperawakann kecilbernyali bak panglimasuara lantang terdengarmenentang ketidakadilanmenantang para koruptor, pelanggar HAM, dan penindas jelata teriakannya menggaungmerontokkan nyali para penindasnamun suara itu tak ada lagimenghilang diterpa angin Munir pergimati diracun atas pesawatMunir mati, menimbulkan tanya hingga detik ini, belum ada jawabkenapa  munir dibunuhlalu siapa dalangnyasiapa yang bisa jawab dua rezim telah berlalukematian Munirmasih tanda  lalu […]

MORE