Penulis Edisi 291

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Sapardi Djoko Damono, Lahir di Solo, tamat dari Sastra Inggris UGM, dan menjadi Guru Besar Fakultas Sastra UI sebelum pensiun. Kerap dirujuk sebagai SDD, dia aktif dalam pergerakan sastra di Indonesia, antara lain menjadi redaktur majalah Horison, Basis, dan Kalam. ________________________

MORE
Chairil Anwar

“Aku mau hidup seribu tahun lagi”, tulis Chairil Anwar dalam sajak “Aku” atau ”Semangat” pada tahun 1943, ketika ia berumur 20 tahun. Enam tahun kemudian ia meninggal dunia, dimakamkan di Karet, yang disebutnya sebagai “daerahku y.a.d.” dalam “Yang Terampas dan Yang Putus” – sajak yang ditulisnya beberapa waktu menjelang kematiannya pada tahun 1949. Sejak itu, […]

MORE
Chairil Anwar Kita

Jassin,Yang kuserahkan padamu -yang kunamakan sajak-sajak!- itu hanya percobaan kiasan-kiasan baru.Bukan hasil sebenarnya! Masih beberapa “tingkat percobaan” mesti dilalui duku, baru terhasilkan sajak-sajak sebenarnya.***

MORE
Jakarta Di bawah Hujan

Sapardi Djoko Damono (1964) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Jakarta di bawah hujan, lampu demi lampu laksana dalam impiansunyi hatiku seperti bukit, orang-orang bergerak bagai mainan: ketika semakin reda tersembul aneka suaraterjebak dalam sajakku, suasana dalam sebuah suasana sepiku seperti bukit, merekapun bergerak-gerak di bawah renyai gerimisnoktah-noktah yang selalu gelisah antara tawa dan tangis;o mari ke […]

MORE
Penulis edisi 231

Iwan Simatupang (18 Januari 1928 – 4 Agustus 1970). Lokot Martua Dongan Simatupang lahir di Sibolga dari keluarga Katolik. Iwan, demikian ia menyebut dirinya, wafat di Jakarta sebagai, menurut istilahnya juga, gelandangan intelektual walaupun sedang ikut memimpin koran Warta Harian. Pernah menetap di Eropa Barat, Iwan juga menyerap eksistensialisme dan sebagaimana Sitor Situmorang, hal itu […]

MORE
Penulis edisi 230

Liston P Siregar editor www.ceritanet.com Sapardi Djoko Damono (lahir 1941) mulai muncul dengan sajak-sajaknya pada awal tahun 1960-an. Sebagian muncul di antaranya kemudian terbit dengan judul DukaMu Abadi (1969) tetapi lebih banyak lagi sajaknya yang masih bertebaran dalam berbagai majalah dan penerbitan. Ia mengajar di Fakultas Sastra Universitas Diponegoro di Semarang. Ia tidak pernah tinggal […]

MORE
Selamat Tinggal, Kucium

Sapardi Djoko Damono (1964,) Djakarta Dalam Puisi Indonesia selamat tinggal. Kucium udara Jakarta yang bagai gambar abstrak.kemerlap kembali di bawah bulu-bulu mataku:matahari, debu, bintang, hujan, laut. tunggu sejenak,biarlah terbawa segala yang paling dekat dengan hatiku berhenti: suara, warna, cahaya, udara. selamat tinggal,segala yang berurusan langsung dengan sajak-sajakku:terlalu sederhana arti sebuah kata, bayang-bayang dalam hujan.jala kawat listrik, […]

MORE