Rantai Kekerasan di Timor Lorosae Terus Berlanjut

Selma W. Hayati Sabtu, 29/04, pagi sekitar jam 7.00 jalanan Ailoklaran menuju Radio Timor Kmanek (RTK) mulai dilewati beberapa mobil yang penuh dengan penumpang dan barang-barang keperluan sehari-hari, termasuk kasur.  Terlihat seorang ibu menggendong bayinya diikuti lima anaknya berjalan tergesa-gesa dengan wajah ketakutan.  Igo, 7, di depan warung kecil di sudut jalan asyik bercerita bunyi […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 121

Selma W. Hayati, pegiat HAM yang bekerja di Timor Leste. Liston Siregar, editor ceritanet.com. Sugianto Thoha, kelahiran Musi, Sumatera Selatan bekerja di lepas pantai Kuwait.

MORE
Berkatalah Tjoet Nyak Dien

  Selma W. Hayati Berkatalah Tjoet Nyak Dien   Mestilah kita berteriak  Ketika bendera tak lagi berkibar           Layu…tertunduk, ragu                  Bulan sabit enggan munculDigantikan kilatan desing peluru     Yang angkuh berbicara, menutup lubang jiwa Kemana langkah hendak dituju?Ketika hijau daun, birunya laut           Digantikan merah darah,Kemana harapan hendak ditanam?Ketika pekik ayam jago      Digantikan oleh pekik kesakitan                      Perempuan malang korban perkosaan     Kabut cerobong asap minyak        Menghitamkan bendera dan […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 62

Selma W. Hayati, pernah jadi pegiat pekerja migran di Hong Kong, ikut LSM di Timor Leste dan sekarang sekolah di SOAS, London.Elisabeth Bebeth Sulistio, lahir di Palembang, kuliah di ITB Bandung, dan kerja di sebuah LSM HAM di Kanada. Dodi Mawardi, tamatan FISIP UI Jakarta dan sekarang bekerja di Pas FM Jakarta.

MORE
Tentang Penulis Edisi 59

Arie MP Tamba, penulisdi Bekasi, M. Najib Azca, pernah jadi wartawan Detik pra-bredel yang sekolah di Australia, Selma W. Hayati alias Selma Hayek, , pegiat HAM TImor Leste yang sedang sekolah di LondonImron Supriyadi, anak Palembang yang aktif di dunia kesenian tapi juga anggota partai politik,

MORE
Berkatalah Tjoet Nyak Din

Mestilah kita berteriakKetika bendera tak lagi berkibarLayu…tertunduk, ragu Bulan sabit enggan munculDigantikan kilatan desing peluruYang angkuh berbicara, menutup lubang jiwa Kemana langkah hendak dituju?Ketika hijau daun, birunya lautDigantikan merah darah,Kemana harapan hendak ditanam?Ketika pekik ayam jagoDigantikan oleh pekik kesakitanPerempuan malang korban perkosaan Kabut cerobong asap minyakMenghitamkan bendera dan bulan sabitkuDimana tawa riang si buyung,Dimana gelegar […]

MORE
Anak Perempuanku Belum Pulang

Selma W. Hayati Anak perempuanku belum pulangMasih di perbatasan Menantu tak membawa anak perempuanku pulang:         Memasak bunga pepaya obat malaria,         bersembahyang bersama di Motael,         Mencium pipi dan merengkuhku,         Menghibur dengan kidung tangis cucuku Anak perempuanku,Apakah takut masih mencumbui mesra, laki-lakimu?Ingatkah rumah batako kita di atas aliran Mantane?Ingatkah kau akan bau bunga kopi, jugaLari kuda di tengah ladang jagung di […]

MORE
ABerkatalah Tjoet Nyak Din

Mestilah kita berteriakKetika bendera tak lagi berkibarLayu…tertunduk, ragu Bulan sabit enggan munculDigantikan kilatan desing peluruYang angkuh berbicara, menutup lubang jiwa Kemana langkah hendak dituju?Ketika hijau daun, birunya lautDigantikan merah darah,Kemana harapan hendak ditanam?Ketika pekik ayam jagoDigantikan oleh pekik kesakitanPerempuan malang korban perkosaan Kabut cerobong asap minyakMenghitamkan bendera dan bulan sabitkuDimana tawa riang si buyung,Dimana gelegar […]

MORE
Anak Perempuanku Belum Pulang

Selma W. Hayati Anak perempuanku belum pulangMasih di perbatasan Menantu tak membawa anak perempuanku pulang:             Memasak bunga pepaya obat malaria,             bersembahyang bersama di Motael,             Mencium pipi dan merengkuhku,             Menghibur dengan kidung tangis cucuku Anak perempuanku,Apakah takut masih mencumbui mesra, laki-lakimu?Ingatkah rumah batako kita di atas aliran Mantane?Ingatkah kau akan bau bunga kopi, jugaLari kuda di tengah ladang jagung di […]

MORE