Dokter Zhivago 4

Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960, dengan penulisan ejaan baru Nicky tak terjumpa di rumah maupun di taman. Yura terpaksa jalan-jalan tak bertujuan di sekitar rumah, selama pamannya dan Ivan Ivanovich bekerja di beranda; ia menduga bahwa kawannya itu sembunyi, sebab ia tak suka pada tamu, sedangkan Yura […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) “Zhivago,” ulang Strelnikov, waktu mereka dudui di kamarnya.“Zhivago…Pedagang agaknya. Atau bangsawan…O, bukan, dokter dari Moskow…Bepergian ke Varykino. Mengapa kamu tinggalkan Moskow untuk dusun terpencil ini?”“Demikianlah maksudnya. Mencari yang tenang, terpencil dan tak dikenal, untuk mengaso.”“Wah romantis benar! Varykino! Saya kenal kebanyakan dusun di sini. […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Bunyi ketawa dan gerak-gerik terdengar dari salah satu dua deresi yang digandeng; kesitulah pengawal membawa Yury setelah menyebut kode kepada penjaga, tapi bunyi tadi berhenti ketika dua orang itu masuk. Pengawal itu mengantar Yury lewat gang sempit ke kompartemen yang lebar di tengah-tengah. Ruangan […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Di deresi terlalu panas dan berbeda untuk tidur. Bantal Yury diresapi keringat. Hati-hati agar tak membangunkan yang lain-lain, ia turun dari bangku tidurnya, lalu menggeser pintu deresi. Hawa panas lembab yang melengket melecut ke wajahnya seakan ia dalam kolong rumah melanda sarang laba-laba. “Kabut,” […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo, disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Di tempat terbuka itu ada beberapa kuda-kuda; Yury dan Alexander Alexandrovich memanjatnya dan mulau menggergaji. Inilah saaatnya ketika musim semi keluar dari salju dengan memberi kesan seolah salju telah mengurungnya enam bulan yang lampau. Hutan berbau air dan ditimbuni daun-daun dari tahun yang lalu, […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Dengan dinding berderak-derak, deresi-derasi menanjak ke bukit curam. Di bawah tanggul ada semak-semak, yang puncaknya tak sampai ke permukaan jalan kereta api. Lebih rendah lagi ada padang-padang. Banjir baru saja reda, meninggalkan pasir dan pecahan-pecahan papan tersebar tak keruan. Balok-balok tentunya hanyut dari tempat […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Malam putih daerah utara sedang berakhir. Segala hal nampak jelas, gunung, semak-semak, dan lembah, api seolah tak percaya penuh pada diri sendiri dan hanya ada dalam dongeng. Hutan yang di dalamnya ada beberapa pohon anggur, baru saja berdaun. Tumbuhnya di bawah batu karang yang […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Esok harinya berkatalah Tonya: “Kau benar-benar aneh, Yura, banyak hal berlawanan dalam dirimu. Kadang-kadang kau dibangunkan oleh lalat dan tak dapat tidur kembali sampai pagi, padahal di sini kau tidur saja dengan segala hiruk pikuk ini dan aku tak dapat membangunkan kau. Coba pikir, […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Menjelang pagi Yury bangun pula. Ia telah mimpi lagi tentang sesuatu yang menyenangkan dan tinggallah padanya perasaan gembira yang membebaskan jiwa. Kereta api berhenti lagi; barangkali itu stasiun yang tadinya juga, tapi rasa-rasanya tak mungkin begitu. Sekali lagi ada bunyi jeram, boleh jeram lain, […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris PasternakWaktu malam baru tiba, bangunlah Yury, dipenuhi rasa bahagia tak menentu yang kuat sampai ia bangkit. Kereta api berhenti. Stasiun bermandi magrib, mengaca, menjelang malam terang. Sesuatu yang halus dan jaya dalam gelap yang berbinar ini menyarankan tamasya luas terbuka, seolah stasiun itu berdiri tinggi atas tanah berbukit.selengkapnya

MORE