Bercinta di Gerbong Kereta Tambahan Nomor 29

Wahyu Heriyadi Tangan kita saling menggenggam, di jendela gerbong tambahan nomor 29. Tubuh kita pun saling merebah. Kuserapahi tubuhmu, dengan lumatan yang penuh desah, peluh saling berlarian di debar waktu. Jendela gerbong dengan cepat menanggalkan pemandangan-pemandangan sore, sawah-sawah yang terlumat hujan, hutan-hutan yang meranggas dan kesepian yang panjang di padang gersang. Menjelang malam hanya kita […]

MORE
Penulis Edisi 164

Wahyu Heriyadi, lahir di Ciamis, sekolah di Universitas Lampung, menulis puisi dan prosa di berbagai media massa, pernah mendapat beasiswa dari Dewan Kesenian Jakarta, dan kini tinggal di Ciamis Gendhotwukir, jurnalis dan penyair dari Komunitas Merapi. Pernah sekolah di Philosophisch-Theologische Hochschule Sankt Augustin, Jerman. Imron Supriyadi, pelaku Sastra yang tinggal di Tanjung Enim, Sumatera Selatan […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 142

Ervan Hardoko, anak Salatiga yang jadi wartawan, di Kalimantan Timur dan kini berbasis di Jakarta. Wahyu Heriyadi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung dan di Bengkel Jurnalisme Bandar Lampung. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam

MORE
Seorang Teman

Wahyu Heriyadi Ia begitu terpikat oleh gelombang pemikiran postmodern. sejak pada awal pertama aku mengenalnya. Ia mulai menunjukkan ketidak senangan pada prosesi ospek yang begitu menindas, dalam perbicangan kepada teman-temannya. Ia menyarankan untuk tidak mengikuti ospek, untuk memboikotnya. Namun tak ada yang setuju; semua menggeleng. Lebih baik mengikuti prosesi ospek, mungkin baik untuk kita, kataku […]

MORE
Hujan Yang Terlewatkan

Wahyu Heriyadi Malammu telah terlewatkan ketika hujan deras itu menghujam tanah. Kita pun melerai badai perlahan dengan usap. Ratapan menggenang, membasahi sekujur tubuh kita, namun masih dalam gigil ini. Kau di tepi jalan persimpangan, menengadah, menghunus sebilah ketajaman, lidah kelu, namun merapal sesuatu, tak terdengar jelas. Tak sesiapa pun melewati jalanmu, saat itu lenggang yang […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 139

Mukhotib MD, freelancer dan pekerja sosial yang bekerja untuk kampanye penanggulangan HIV/AIDS melalui media kebudayaan. Wahyu Heriyadi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung dan pegiat di Bengkel Jurnalisme Bandar Lampung. Amir Ramdhani, tinggal di Depok, masih kuliah di Universitas Nasional Jakarta, jurusan perhotelan, dan gemar menulis puisi.

MORE
Lelaki Yang Ingin Mata Kekasihnya Bersayap

Wahyu Heriyadi Matamu mulai bersayap dan terbang menuju terang. Aku terheran menatapmu, begitu cepatnya kau berubah. Dalam lekas. Kau siapkan kopor untuk dijejalkan pakaian, celana dalam, kutang berenda. Ada sesuatu yang terlupa, kau mulai memikirkanya, apa gerangan, teringatlah kembali. Seutas tali yang melingkar di pinggang, lalu wewangian yang selalu melekat di tubuhmu. Lalu kau kepakkan […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 135

Wahyu Heriyadi, lahir di Ciamis, Jawa Barat, bersekolah di Fakultas Hukum Universitas Lampung dan kini tinggal di Lampung. Gendhotwukir, anak Muntilan yang kerap menulis. Presiden Hayat, penikmat sastra dan sayur asam, dan penyumbang tetap ceritanet..

MORE
Tentang Penulis Edisi 131

Andiko SH, advokat kelahiran Sumatera Barat, kini tinggal di Jakarta. Wahyu Heriyadi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung dan di Bengkel Jurnalisme Bandar Lampung. T. Wijaya, pegiat seni dan jurnalis di Palembang.

MORE
Ruangan Maya

Wahyu Heriyadi Telah lama kukenal dengan ruangan maya atau istilah asingnya cyberspace, bukan cybersex. Chat, email, situs dan sebagainya. Juga kutahu bahwa situs porno selalu keluar dan mengundang untuk diakses, begitu diklik maka akan berhamburan keluar dan mengundangku untuk mengaksesnya. Coba saja. Dan kau akan disibukkan dengan link dari situs tersebut yang berhamburan ke situs […]

MORE