Pesan Pencopet Kepada Pacarnya

W.S. Rendra (1967) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Sitti,kini aku makin ngerti keadaanmutak kan lagi aku membujukmuuntuk nikah padakudan lari dari lelaki yang miaramu           (Lelawa terbang berkejaran         tandanya hari jadi sore         Aku bernyanyi di kamar mandi         Tubuhyu yang elok bersih kucuci         O, abang kekasihku         kutunggu kau di tikungan         berbaju renda         berkain baru) Nasibmu sudah lumayanDari babu jadi selir kepala jawatanApa lagiNikah padaku merusak […]

MORE
Penulis edisi 237

Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. Novel pertamanya, Teheran Dalam Stoples diterbitkan oleh Diva Press. W.S. Rendra, (lahir 1935) dianggap sebagai penyair terpenting setelah Chairil Anwar dalam sastra Indonesia. […]

MORE
Penulis Edisi 224

Idrus F Shahab wartawan, pemetik gitar flamenco, dan penyair yang tinggal di Jakarta. Ani Mulyani karyawan di Jakarta dan menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo. Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya di sana, memimpin majalah Suluh Peladjar (1953-1955), Prosa (1955) […]

MORE
Kalangan Ronggeng

W.S Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Bulan datang, datanglah ia!dengan kunyit di wajahnyadan ekor gaunputih panjangdiseret atas kepala-kepaladirahmati lupa Atas pejaman hatiyang relabergerak pinggul-pinggul bergerakronggeng palsu yang indahpara lelaki terlahir dari darahwahai manism, semua orang di kalangantahu apa bahasa bulan! Kabur bulan adalah muka-mukaadalah hidup merekaMenggelepar bayang-bayangikan-ikan ditangguk nasibnyaGamelan bertahta atas nestapakuda di padang […]

MORE
sajak Bulan Kota Jakarta

W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Bulan telah pingsandi atas kota Jakartatapi tak seorang menatapnya!o, getirnya kulit limauo, betapa lunglainyaBulan telah pingsanMama, bulan telah pingsanMensukuk tikaman beracundari lampu-lampu kota Djakartadan gedung-gedung tua tak bedarahberpaling dari bundanyaBulannya! Bulannya!Jamur bundar kedinginanbocah pucat tanpa mainanpesta tanpa bungao, kurindu nafas gaibo, kurindu sihir mata langitBulan merambat-rambatMama, betapa sepi […]

MORE
Penulis edisi 223

Bernando J Sujibto, kelahiran Sumenep, 24 Februari 1986. Menulis puisi, esai, artikel, dan resensi di media lokal ataupun nasional. Karya puisinya terkumpul dalam antologi bersama seperti Risalah Dua Jari (Andalas, 2002), Kampung dalam Diri (Temu Penyair Lima Kota, 2008), Puisi Menolak Lupa (Obsesi Press, 2010), Mazhab Kutub (Pustaka Pujangga, 2010), dan Suluk Mataram (Galang Press, […]

MORE
Penulis edisi 221

Liston P Siregar editor www.ceritanet.com Presiden Hayat penikmat seni dan sayur asam wah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis sejak tahun 1995. Bukunya berjudul Revolusi Hati untuk Negeri akan segera terbit. Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya […]

MORE
Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta

W.S. Rendra (1967) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Pelacur-pelacur kota Jakartadari klas tinggi dan klas rendahtelah diganyangtelah di haru-biruMereka kecutkederterhina dan tersipu-sipu Sesalkan mana yang mesti kau sesalkanTapi jangan kau klewat putus asaDan kau relakan dirimu dibikin korban Wahai, pelacur-pelacur kota JakartaSekarang bangkitlahSanggul kembali rambutmuKarena setelah menyesaldatanglah kini giliranmubukan untuk membela diri melulutapi untuk lancarkan seranganKerna:Sesalkan […]

MORE
Ciliwung

W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Ciliwung kurengkuh dalam nyanyikarena punya coklat kali SoloMamma yang bermukim dalam cintadan berulang kusebut dalam sajakwajahnya tipis terapungdaun jati yang tembagaHanyutlah mantra-mantra dari dukunhati menemu segala yang hilang Keharuan adalah tonggak setiap ujungdan air tertumpah dari mata-mata di langitKali coklat menggeliat dan menggeliatWajahnya penuh lingkaran-lingkaran bundar! Katakanlah dari […]

MORE
Penulis Edisi 216

Aminatul Faizah lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. W.S. Rendra (lahir 1935) dianggap sebagai penyair terpenting setelah Chairil Anwar dalam sastra Indonesia. Adalah juga seorang dramawan yang terkenal karena eksperimen-eksperimen […]

MORE