Perempuan Yang Ingin Selalu Terlihat Baik-baik – Teni Ganjar Badruzzaman

Malam beranjak semakin tua ketika Naima masih khusuk menekuni laptopnya. Jemarinya lincah menari di atas huruf-huruf mengikuti irama cerita yang berlompatan di kepalanya. Naima, seorang perempuan yang jatuh cinta pada sunyinya malam, ketika ia bisa menjadi apa saja, siapa saja, dan membuat dunia sesuka hatinya. “Ngapain kamu? Sampai tak sadar suamimu ini sudah pulang!” teriak […]

MORE
Benam Mata Pada Lentera – Kinanthi Anggraini

mungkin benar,minyak di tubuhmu telah dikremasi oleh ruh malam dan kepentingan nyala apidalam lelap ia terus bercahaya meskipun,bukanlah bulan menjadi tandingnya di lentera aku menyimpan benam matayang telah pedih memandang luka-luka memendam erat sengatan prasangka berkarat dan mengalir, ujung air mata sementara, hanya di bangku sebuah mejaaku telah lama membaringkan kepalayang telah berat oleh sesaknya udaradari pembeda dan juga […]

MORE
Dari Bambu untuk ‘Peumulia Jame’ – Fakhrurrazi

Lemang Aceh berawal dari bambu-bambu muda berisi ketan atau beras, santan, gula, garam, dan air yang dibakar berderetan dengan posisi miring. Sang pembakar lemang, Muhammad Yakob, bertanggung-jawab memastikan kematangan tiap-tiap bambu, yang dibakar hingga merata selama empat jam. Biasanya Yakob membakar delapan sampai 10 batang bambu per hari namun meningkat pesat sepanjang masa puasa yang […]

MORE
San Fransisco – Sitor Situmorang

selusin sajak Zenmenggumpal di garis Golden Gatedi lengkung hari terbenam –dalam samadi Pasifik*** Tokyo satu haiku kucari-carikujumpa Edo di lukisanHokusai*** Brooklyn-New York baja berjuta ton terpilinjadi hyperbola angankumahkota di atas kepala perungguStatue of Liberty kokoh kuat tegakdi atas fondasipikiran manusiadan tangan-tangan tukang baca*** Sitor Situmorang, penyair kelahiran Samosir, Tapanuli, dan bekerja sebagai wartawan di Medan. Pernah […]

MORE
Sebuah Sindiran Tentang Kemiskinan dan Kekayaan – Akhmad Idris

Judul : Lapar (Terjemahan dari Sult) Penulis : Knut Hamsun Penerjemah : Marianne Katoppo Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia Cetakan : III, November 2019 (284 halaman) Pengertian umum para penikmat Sult karya Knut Hamsun -baik dari kelompok pemula hingga pemuja- adalah kisah itu tentang seorang penulis muda yang berjuang menahan rasa lapar agar menjadi […]

MORE
Empok Romlah – Fahrul Rozi

Empok Romlah ingat betul mata pria itu. Ia pun masih ingat warna jas hujan dan sepatu bot yang ia kenakan. Tapi tak ada petugas yang mengenal pria yang disebutkan Empok Romlah. Mereka malah mengantarnya ke dalam tenda—yang sudah disesaki laki-laki, perempuan, dan anak-anak pula. Empok Romlah menolak masuk. Ia ingin bertemu pria itu. Empok Romlah […]

MORE
Cinta Luput, Cinta Sepenuh – Sitor Situmorang

Hari sudah soresiap menemui ajaldepan regu tembakia membalas suratseorang gadis jauhyang belum dikenalnya. “Silakan datang, aku menunggu bahagia.Oleh-olehmu kunanti.” Ia pun tertidurhingga lewat matahari terbenam,menjelang hari naassebelum nanti kubangunkandi pagi buta – kata korankata koran pula:ia menolak berdoaia menolak didampingi pendetahanya minta sebatang rokok. Seorang murtadyang ikhlas? kata hatiku –setelah tidak diberi pengampunanIia menolak segala […]

MORE
Menolak Menjadi Elite – Iin Farliani

Judul: Semesta MurakamiPenulis: John Wray, dkkPenerjemah: Dewi MartinaPenerbit: Odyssee Publishing, Januari 2020Tebal: 155 halaman “Menolak menjadi elite”, kiranya pernyataan yang dapat menggambarkan garis besar isi dari buku Semesta Murakami (2020). Buku ini menghimpun enam wawancara Haruki Murakami bersama editor, jurnalis, kritikus, penulis fiksi, hingga penyiar dari berbagai negara. Sikap menolak menjadi elite itu tergambarkan melalui […]

MORE
Ngarai Emas Luar Hillsburg – Radja Sinaga

Bar Tuan LeviKetika Stain muncul di muka pintu bar, semua pengunjung menoleh ke arahnya. Memang perihal menoleh untuk orang yang menguak pintu bar adalah hal lumrah, tetapi tidak untuk Stain sebab para pengunjung menatapnya demikian lama. Butuh keberanian lebih untuk menatap banyak tatapan itu, seperti menatap banyak mata dalam jeruji ketika hendak dijebloskan ke dalam. […]

MORE
Kopi Pagi – Winarni Dwi Lestari

burung kecil itu berkabartentang tempatyang akan kau tuju hari ini.kuambil setakar sisa malam sedikit pekatlalu kuseduh bersama kabut.ah.. terlalu dini menyimpulkanseberapa cepathatiku harus teraduk,jua seberapa tepatdirimu akan terlarut. sudah sampaikah kaudi tapal batas egoku?karena satu pagi sajatak kan pernah cukupbagi secangkir hatikumenahan manisnya rindu.***Karawang, 13 Januari Sajak lubang kunci kepada anak kunci lindungi aku dari setiap […]

MORE