Federico Garcia Lorca, Gema Flamenco, dan Kebangkitan Duende – Sitok Srengenge

Catatan, edisi 406 September 2026 Fajar 19 Agustus 1936 belum sempat menyentuh perbukitan, antara Víznar dan Alfacar, dekat Granada, ketika letusan-letusan senapan memecah keheningan. Di sebuah lereng yang hingga kini tak pernah dapat dipastikan letaknya, seorang penyair berusia tiga puluh delapan tahun roboh bersama beberapa tahanan lain. Tak ada pengadilan. Tak ada nisan. Hanya tanah […]

Cerita Kecil Perjalanan ‘Sang Perahu’ – Muhammad Solihin Oken

Catatan, edisi 406 September 2026 Bukan sebuah cita-cita, tapi sebuah situasi yang mendesak dan tiba-tiba muncul, dan tidak ada jalan lain kecuali meluluskan desakan itu. Desakan bukan dari orang kedua atau ketiga, melainkan oleh sebentuk ide yang lesat dan menggelayut di atas pikiran, membawa monolog dalam diri. Ya, ide yang mendesak di atas pikiran, meski […]

Di Bawah Merah Putih yang Basah – Djoko Subinarto

Cerpen, edisi 405 Agustus 2026 Embun masih menggantung di ujung daun kelapa, berkilau memantulkan cahaya mentari yang baru muncul dari peraduannya. Udara dingin merayap masuk lewat celah-celah papan rumah. Dari beranda rumahnya, Adi Suganda, 78 tahun, menghirup udara pagi dalam-dalam, merasakan aroma tanah dan rumput yang masih basah. Di hadapannya, tiang bendera, dengan Merah Putih […]

Kirana di Antara Derita dan Ludah Lintah – Fitri Rusandi

Cerpen, edisi 405 Agustus 2026 Aroma malam selalu bermula dari bau karat yang basah -sisa hujan sore tadi yang terjebak di sela-sela roda besi gerbong tua yang terbengkalai. Di sudut mati perlintasan kereta, saat riuh kota meliuk menjadi sunyi yang mengancam, cahaya neon dari kejauhan hanya mampu mengirimkan sisa kemilau yang ringkih. Cahaya temaram itu […]

Balada Seorang Perempuan dan Suaminya – Mufti Wibowo

Cerpen, edisi 404 Juli 2026 Ia lupa pernah mengira rumah adalah tempat yang hangat. Bukan bangunannya, melainkan suara-suara kecil di dalamnya: sendok yang beradu dengan piring, anak kecil yang berlari-sembunyi di kolong sempit, atau seseorang yang bertanya apakah hari ini melelahkan. Ia percaya tembok dan atap rumah bisa melindungi penghuninya dari kesepian sebagaimana drone militer […]

Osip Mandelstam, Kata Yang Gagal Dimusnahkan – Sitok Srengenge

Catatan, edisi 404 Juli 2026 Pada malam-malam tertentu di Moskwa awal 1930-an, banyak orang berbicara dengan suara yang lebih lirih daripada desir tirai jendela. Bukan karena mereka sedang membahas rahasia negara. Mereka sedang membicarakan puisi. Di sebuah apartemen sempit berlampu redup, beberapa orang duduk rapat. Tidak ada mesin tik. Tidak ada kertas dan pena. Hanya […]

Mengurai Kasus Nadiem Makarim – Rendra Setiawan

Catatan, Edisi 403 Juni 2026 Di tengah situasi ekonomi politik yang sedang gonjang-ganjing, perhatian publik juga terserap pada peradilan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbud Ristek yang menyeret Nadiem Makarim. Pro dan kontra mengiringi proses peradilan. Kasus dugaan korupsi yang mestinya biasa-biasa saja menjadi polemik dan bising, selain karena yang menjadi tersangka adalah tergolong […]

Kepala Kerbau – Muhammad Asqalani eNeSTe

-sebuah Tradisi Semah Rantau Puisi, Edisi 403 Juni 2026 kerbau jantan itu telah hening,menyatu dengan niat mendarah daging,orang-orang Tanjung Beringin. hujan sepanjang luan, piaw-piaw terus melaju,menghulu kepala kerbau, calempong bertalu-talu,basah adalah berkah, di badan menyarung tuah. hanya ada lubuk,hanya pada lubuk,piaw-piaw tak terantuk, sholawat serentak khusuk,      kepala tegak menunduk, dada cegak pun rasuk.amin ke amin, disesap […]

Kota Arkanda – Ilham Wahyudi

Cerpen, Edisi 403 Juni 2026 Lima belas tahun yang lalu, Tuan Arkanda membangun sebuah menara kaca setinggi 32 lantai di jantung Kota Purnatama. Bukan gedung perkantoran biasa. Menara kaca itu dirancang dengan fasad kaca impor dari negeri jauh, memantulkan langit dan matahari sehingga siapa pun yang melintas akan melihat bayangan dirinya sendiri, kecil dan terdistorsi. […]

Joseph Brodsky, Pengasingan Yang Tak Usai – Sitok Srengenge

Catatan, edisi 402 Mei 2026 Salju belum turun, tetapi dingin sudah terasa—seperti keputusan yang diambil tanpa suara. Ruang sidang di Leningrad, awal 1964, itu tidak luas. Dindingnya pucat. Suara bergema lirih, seolah setiap kata harus melewati lapisan udara yang ragu—yang menimbang, yang menahan, yang tidak pernah sepenuhnya percaya. Di bangku terdakwa duduk seorang pemuda kurus, […]