{"id":1040,"date":"2013-06-17T17:11:30","date_gmt":"2013-06-17T17:11:30","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=1040"},"modified":"2020-06-27T17:19:13","modified_gmt":"2020-06-27T17:19:13","slug":"risau-di-rumah-sakit-cikini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=1040","title":{"rendered":"Risau di Rumah Sakit Cikini"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><br>untuk dr Sinaga<br><\/strong><em>Ramadhan K.H. (1972) Djakarta Dalam Puisi Indonesia<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah kalimat di pintu kamar bedah:<br>-dengan bantuan Yang Maha Kuasa<br>Telah diselamatkan satu jiwa-<br>Campurlah diriku dari dua jenis kutub,<br>Risau dan harapan<br>Aku batu karang yang perlahan mengambang,<br>Semula di dasar sumur yang paling dalam<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang Anda perlukan lagi,<br>Gantungan harapanku?<br>Katakanlah, agar gerombolan kelelawar<br>Selengkung langit cepat enyah,<br>Sitinjuing diam lenyao,<br>Dan fajar segera membua<br>Tirai kegelapan yang menghantu<\/p>\n\n\n\n<p>O, kapal yang selalu oleng<br>Menyebabkan aku semopoyongan dan lengang<br>Salahku jua<br>Mengapa tak pernah aku singgah di pulau pasrah.<br>Seandainya bundaku masih ada,<br>Yang selalu mengajarkan ilmu itu padaku,<br>Tentulah ia yang akan jadi sandaranku<br>Di saat-saat yang demikian goncang<br>Sekalipun ia tentu sudah keriput<br>Dan tak tahab angina tipis sekalipun<br>Tapi patilah ia yang akan jadi tempatku berpeluk,<br>Sewaktu kekasihku hijrag dari kenyataan<br>Di atas kereta yang entah bekas siapa<\/p>\n\n\n\n<p>Sungguh, dokter<br>Tiadalah batu permata yang bakal berat kulepaskan<br>Ataupun sekerat emat cincin kawin jika masih diperlukan<br>Ataupun kitab-kitab puisi yang selalu di katil,<br>Ataupun apalah lagi<br>Sejumlah darah yang kumiliki<br>Ataupun pertukaran nasib sama sekali,<br>Untuk menembus kegelisahanku<br>Yang masih terus menjaring aku<\/p>\n\n\n\n<p>Ucapan di pintu kamar bedah,<br>Tetesan Kristal salju di tenggorokan yang tersumbat,<br>Benarlah<br>Tiadalah hormat dan terimakasih yang lebih,<br>Aku jadi budak belianmu di abad ini,<br>Sedialah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan kini.<br>Apaalah yang Anda perlukan lagi<br>Gantungkan harapanku?<br>Untuk melenyapkan kegundahanku<br>Seandainya perku ditebus<br>Dengan barisan manusia semacam aku<br>Dan peperangan akan berhenti<br>Dan segala emas permata dialihkan alurnya<br>Dan kegelisahan umat akan lenyap<br>Atas penemuan para ahli,<br>Catatkanlah namaku yang pertama<\/p>\n\n\n\n<p>Aduh manusia yang tak kenal<br>Tali temali kecapi nurani yang peka,<br>Cerita tentang payudara di atas baki<br>Atau sama sekali dongengan hantu-hantu maut melulu,<br>Kebalikan dari ajaran kepercayaan.<br>Jangankan aku sanggup menyimpan seiiris daripadanya,<br>Seperti orang lain mudah menanyakannya,<br>Biarlah aku lebih suka jadi buta,<br>Namun tahun ia tetap hidup di sampingku<\/p>\n\n\n\n<p>O, sayatan cemas yang tak pernah punah<br>Dokter, pabila aku lewat di tempat kerjamu,<br>Sekalipun kalimat itu tetap mengiang,<br>Waktu di pintu kamar bedah<\/p>\n\n\n\n<p>O, gantungan harapan yang sebenarnya,<br>Aku merunduk depanMu<br>Dan sujud ingin hilang menyerah di pulau pasrah,<br>Namun sudilah, sudila, sudilah,<br>Luluskan dambaan harapanku tentangnya:<br>Mawar merahku pulih kembali segar.<br>***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>untuk dr SinagaRamadhan K.H. (1972) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Setelah kalimat di pintu kamar bedah:-dengan bantuan Yang Maha KuasaTelah diselamatkan satu jiwa-Campurlah diriku dari dua jenis kutub,Risau dan harapanAku batu karang yang perlahan mengambang,Semula di dasar sumur yang paling dalam Apa yang Anda perlukan lagi,Gantungan harapanku?Katakanlah, agar gerombolan kelelawarSelengkung langit cepat enyah,Sitinjuing diam lenyao,Dan fajar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[130,132],"class_list":["post-1040","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-130","tag-ramadhan-k-h"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1040"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1046,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions\/1046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}