{"id":1224,"date":"2012-07-03T19:16:06","date_gmt":"2012-07-03T19:16:06","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=1224"},"modified":"2020-06-28T19:23:53","modified_gmt":"2020-06-28T19:23:53","slug":"getah-malam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=1224","title":{"rendered":"Getah Malam"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Dodong Djiwapradja (1955)<\/em> <em>Djakarta Dalam Puisi Indonesia<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>I<br>Kuhisapi udara malam sebab ia bagian dari kehidupan<br>Lampu-lampu pijar jalan panjang kesibukan orang dan kenderaan<br>Tulang dan jiwa di sini bersatu, kehidupan daging dan cita<br>Kusukai cinta di malam sunyi sebab suatu pengharapan<br>Juga cinta di malam gelisah sebab suatu perpisahan<\/p>\n\n\n\n<p>II<br>Malam bertemu di Pasar Baru kemesuman di pojok jalan<br>Dan bintang tersawang tinggi, kebulatan cita dan pengharapan<br>Terpagut mata pada bayangan senja malamn besi tua<br>-serupa si tua bangka membungkuk di ujung usianya<br>Keharuan ditimba dari air kali yang lesi dan gang sendat di perapatan<br>Atau karena suara lonceng gereja, adzan Thuan diserukan<\/p>\n\n\n\n<p>III<br>Terbaring di tikar Senen dalam pijitan tertawan rabaan perempuan<br>Sedap ditingkah kecewa antara kehidupan remaja dan bayangan hari tua<br>Keampuhan malam bergantungan pada rumah-rumah lama Tionghoa<br>Kegelisahannya melekat pada jalan rumah makan dan tempat dansa<br>Di sini kehidupan cuma daging dan tulang<br>Namun di celah klenteng tua kakek mendoa dan sembahyang<\/p>\n\n\n\n<p>IV<br>Sekarang hujan, kita tidak berpayung apa pula jas hujan<br>-serupa kesediaan yang tak sedia terhadap suatu peperangan<br>berteduh di emper jalanan, yang lain di bawah jembatan<br>Kita tidak berumah<br>Kita tak bertempat tinggal<br>***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dodong Djiwapradja (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia IKuhisapi udara malam sebab ia bagian dari kehidupanLampu-lampu pijar jalan panjang kesibukan orang dan kenderaanTulang dan jiwa di sini bersatu, kehidupan daging dan citaKusukai cinta di malam sunyi sebab suatu pengharapanJuga cinta di malam gelisah sebab suatu perpisahan IIMalam bertemu di Pasar Baru kemesuman di pojok jalanDan bintang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[174,126],"class_list":["post-1224","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-174","tag-dodong-djiwapradja"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1224"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1230,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1224\/revisions\/1230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}