{"id":1243,"date":"2012-05-14T19:34:21","date_gmt":"2012-05-14T19:34:21","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=1243"},"modified":"2020-06-28T19:40:13","modified_gmt":"2020-06-28T19:40:13","slug":"penulis-edisi-220","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=1243","title":{"rendered":"Penulis edisi 220"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"http:\/\/www.ceritanet.com\/220bodhi.html\">Limantina Sihaloho<\/a><\/strong> pengajar Teologi , pernah sekolah satu tahun untuk dialog antar keyakinan di Hartford Seminary, AS (twitter @limantina)<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"http:\/\/www.ceritanet.com\/220bodhi.html\">TranzCuk Riomandha<\/a><\/strong> pegiat seni dan pendukung Liverpool yang tinggal di Sleman (<a href=\"http:\/\/jeancuk.multiply.com\/journal\">htt<\/a><a href=\"http:\/\/jeancuk.multiply.com\/journal\">p:\/\/jeancuk.multiply.com)<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Chairil Anwa<\/strong>r&nbsp;(1922-1949) pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu&nbsp;Tiga Menguak Takdir&nbsp;(bersama Rivai Apin dan Asrul Sani),&nbsp;Deru Campur Debu&nbsp;dan&nbsp;Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput&nbsp;(1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua MULO ke Jakarta, tempat ia hidup dan kemudian meninggal pada usia 27 tahun. Diapun ada menulis esai dan menterjemahkan karya-karya sastra dunia, baik puisi maupun prosa. Ia menterjemahkan sajak-sajak Marie Rilke, Edward du Perron, dan cerita karya Ernest Hemingway dan Andre Gide. Meskipun kemudian beberapa karya dinyatakan plagiat, tetapi pengaruhnya terhadap perkembangan sastra Indonesia tetap diakui orang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Toto Sudarto Bachtiar<\/strong>&nbsp;(lahir 1929) Mendapat hadiah sastra nasional pada tahun 1955-1956 untuk puisi. Sajak-sajaknya dibukukan dalam&nbsp;Suara(1956) dan&nbsp;Etsa&nbsp;(1958). Ia ada juga menulis esai dan karangan-karangan lain tetapi lebih terkenal sebagai penterjemah. Ia menterjemahkan Ernest Hemingway, Anton Chekov, William Saroyan, Maria Rilke, J . Slauerhoff, Ryonosuke Akutagawa, dan lain-lain. Beberapa cerita pendek terjemahannya telah terbit dengan judul&nbsp;Bunglon&nbsp;(1964). Ia terkenal karena sajaknya&nbsp;Ibukota Senja&nbsp;tentang Jakarta, yang ditulisnya tahun 1951. Meskipun ia kini tidak lagi tinggal di Jakarta, tetapi kota yang selalu dinyanyikannya dalam sajak-sajaknya adalah Jakarta, di mana ia pernah tinggal beberapa tahun lamanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><br><a href=\"http:\/\/www.ceritanet.com\/200bulan.html\">__________________________________<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Limantina Sihaloho pengajar Teologi , pernah sekolah satu tahun untuk dialog antar keyakinan di Hartford Seminary, AS (twitter @limantina) TranzCuk Riomandha pegiat seni dan pendukung Liverpool yang tinggal di Sleman (http:\/\/jeancuk.multiply.com) Chairil Anwar&nbsp;(1922-1949) pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu&nbsp;Tiga Menguak Takdir&nbsp;(bersama Rivai Apin dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[177,41,178,128,179],"class_list":["post-1243","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tentang","tag-177","tag-chairil-anwar","tag-limantina-sihaloho","tag-toto-sudarto-bachtiar","tag-tranzcuk-riomandha"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1243"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1243\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1244,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1243\/revisions\/1244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}