{"id":1548,"date":"2012-02-06T06:18:14","date_gmt":"2012-02-06T06:18:14","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=1548"},"modified":"2020-06-29T06:28:48","modified_gmt":"2020-06-29T06:28:48","slug":"ibukota-senja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=1548","title":{"rendered":"Ibukota Senja"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Toto S. Bachtiar (1951)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Djakarta Dalam Puisi Indonesia<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari<br>Antara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandi<br>Di sungai kesayangan, o, kota kekasih<br>Klakson oto dan lonceng trem saling menyaingi<br>Udara menekan berat di atas jalan panjang berkelokanGedung-gedung dan kepala mengabur dalam senja<br>Mengurai dan layung-layung membara di langit barat daya<br>O, kota kekasih<br>Tekankan aku pada pusat hatimu<br>Ditengah-tengah kesibukanmu dan penderitaanmuAku seperti mimpi, bulan putih di lautan awan belia<br>Sumber-sumber yang murni terpendam<br>Senantiasa diselaputi bumi keabuan<br>Dan tangan serta kata menahan nafas lepas bebas<br>Menunggu waktu mengangkut mautAku tiada tahu apa-apa, di luar yang sederhana<br>Nyanyian-nyanyian kesenduan yang bercanda kesedihan<br>Menunggu waktu keteduhan terlanggar di pintu dinihari<br>Serta di keabadian mimpi-mimpi manusia<br>Klakson dan lonceng bunyi bergiliran<br>Dalam penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari<br>Antara kuli-kuli yang kembali<br>Dan perempuan mendaki tepi sungai kesayangan Serta anak-anak berenangan tertawa tak berdosa<br>Di bawah bayangan samar istana kejang<br>Layung-layung senja melambung hilang<br>Dalam hitam malam menjulur tergesa<br>Sumber-sumber murni menetap terpendam<br>Senantiasa diselaputi bumi keabuan<br>Serta senjata dan tangan menahan nafas lepas bebas<br>O , kota kekasih setelah senja<br>Kota kediamanku, kota kerinduanku<br>***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Toto S. Bachtiar (1951) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hariAntara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandiDi sungai kesayangan, o, kota kekasihKlakson oto dan lonceng trem saling menyaingiUdara menekan berat di atas jalan panjang berkelokanGedung-gedung dan kepala mengabur dalam senjaMengurai dan layung-layung membara di langit barat dayaO, kota kekasihTekankan aku pada pusat hatimuDitengah-tengah kesibukanmu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[374,128],"class_list":["post-1548","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-374","tag-toto-sudarto-bachtiar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1548"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1564,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1548\/revisions\/1564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}