{"id":2050,"date":"2009-06-04T08:59:00","date_gmt":"2009-06-04T08:59:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=2050"},"modified":"2020-06-30T09:13:14","modified_gmt":"2020-06-30T09:13:14","slug":"kota-yang-sepi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=2050","title":{"rendered":"Kota Yang Sepi"},"content":{"rendered":"\n<p>Dinar Emilda<br><em>www.dinar02liebe.multiply.com<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>rintik hujan tak menghalangi langkah<br>menyusuri kota tua tempat kita bertemu dahulu<br>menyusuri jalan-jalan kau dan aku pernah singgah<br>kudatangi cafe tempat kau nyatakan kasih<br>kudatangi lapangan bola tempat kau bercengkerama<br>kudatangi tempat latihan gitarmu<br>di mana sering kurasakan getaran mengalun<br>sambil memandang sosokmu..<br><br>hujan rintik-rintik akhirnya reda<br>tempat itu tak seindah dulu<br>terasa sepi hambar dan tak bermakna<br>terasa getir saat duduk di cafe itu<br>terasa sepi menghampiri tempatmu bermain bola<br>terasa alunan gitarmu tak terdengar di telingaku<br>hingga senja semakin dalam<br><br>entah mengapa ingin ku berlari pulang<br>enggan bertemu dirimu<br>tapi hati kadang meronta ingin mengenang masa indah dulu<br>ku berdiri menatap langit yang semakin gelap<br>adakah keceriaan yang dulu masih tersisa di sana?<br>namun langit pun tak berpihak,<br>enggan dewi fortuna singgah di kota itu<br>kalau bisa kuputar kembali,<br>ingin rasanya ada di sana<\/p>\n\n\n\n<p>20 tahun lalu<br>bersamamu sambil bersenda gurau<br>tapi kenyataan ternyata berkata lain<br>harus kuhadapi kesendirian<br>mengenang masa-masa indah bersamamu<br>tanpa bisa kembali ke sana,<br>dalam kesepian ke dua<br>March, 2009<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dinar Emildawww.dinar02liebe.multiply.com rintik hujan tak menghalangi langkahmenyusuri kota tua tempat kita bertemu dahulumenyusuri jalan-jalan kau dan aku pernah singgahkudatangi cafe tempat kau nyatakan kasihkudatangi lapangan bola tempat kau bercengkeramakudatangi tempat latihan gitarmudi mana sering kurasakan getaran mengalunsambil memandang sosokmu.. hujan rintik-rintik akhirnya redatempat itu tak seindah duluterasa sepi hambar dan tak bermaknaterasa getir saat duduk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[445,447],"class_list":["post-2050","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-445","tag-dinar-imelda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2050"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2059,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2050\/revisions\/2059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}